Diduga Eks Pemain Lama BBM Ilegal Beraksi Lagi di Simpang Tiga Desa Jungai
Demokrasiindonesia.comIPRABUMULIH– Kelangkaan solar bersubsidi yang belakangan terjadi di sejumlah SPBU di Kota Prabumulih memicu keresahan masyarakat. Antrean panjang kendaraan pun tak terhindarkan. Kondisi ini diduga kuat bukan terjadi secara alami, melainkan akibat ulah oknum yang memainkan distribusi BBM secara tidak wajar.
Dari hasil penelusuran di lapangan, ditemukan indikasi praktik penyalahgunaan solar subsidi menggunakan kendaraan truk yang telah dimodifikasi. Salah satu kendaraan yang terpantau adalah truk berwarna kuning dengan nomor polisi BG 8969 DI, yang disebut-sebut milik seseorang berinisial “RS”.
Truk tersebut diduga memiliki tangki tambahan ilegal dengan kapasitas jauh di atas standar, sehingga mampu menampung solar dalam jumlah besar dalam sekali pengisian.
Pola Berulang untuk Menguras Stok
Modus yang dijalankan terbilang sistematis.
Kendaraan tersebut mengantre seperti kendaraan lain di SPBU untuk mengisi solar bersubsidi hingga penuh. Setelah itu, BBM yang didapat tidak langsung digunakan, melainkan dibawa ke lokasi penyimpanan tertentu yang diduga sebagai gudang penampungan.
Tidak berhenti di situ, truk tersebut kembali lagi ke SPBU yang sama untuk mengantre ulang. Aktivitas ini bahkan disebut bisa dilakukan hingga beberapa kali dalam sehari.
Akibatnya, stok solar di SPBU cepat habis sebelum sempat dinikmati oleh masyarakat umum yang benar-benar membutuhkan.
Keluhan Pengemudi
Sejumlah sopir angkutan mengaku dirugikan dengan kondisi tersebut. Salah satunya Jerry, yang mengungkapkan bahwa praktik seperti ini sudah sering terjadi.
“Kalau belum habis solar di SPBU itu, biasanya mereka terus yang ambil. Kami yang benar-benar butuh jadi susah dapat,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa ada beberapa SPBU di wilayah Prabumulih yang diduga menjadi titik operasi kelompok tersebut.
Temuan Lokasi Mencurigakan
Tim media juga menemukan lokasi yang diduga menjadi tempat penampungan BBM. Tempat tersebut berkedok usaha kecil seperti penjualan minyak eceran atau kios sederhana.
Menurut informasi dari narasumber, kendaraan yang terlibat dalam aktivitas ini tidak hanya satu, melainkan hingga empat unit dan semuanya aktif beroperasi.
Saat tim mencoba melakukan konfirmasi langsung ke lokasi, pemilik usaha yang disebut-sebut berinisial “H” tidak memberikan respons dan terkesan menghindari awak media.
Desakan untuk Penindakan
Atas temuan ini, masyarakat berharap aparat penegak hukum, khususnya Polres Prabumulih, segera mengambil tindakan tegas terhadap dugaan praktik mafia BBM tersebut.
Penindakan dinilai penting agar distribusi solar bersubsidi kembali tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan pribadi.
“Harus ada tindakan tegas. Jangan sampai ada yang merasa kebal hukum. Solar subsidi ini hak masyarakat,” tegas salah satu perwakilan warga.(Ril)



Insert Text Here