Polisi Gagalkan Peredaran Yaba, Narkoba Jenis Sabu Berbentuk Pil

JAKARTA,

Demokrasiindonesiapost.com Polisi menggagalkan peredaran jenis narkoba baru dari jaringan Banjarmasin-Jakarta. Narkoba yang diberi nama ‘yaba’ itu disamarkan dengan menggunakan kemasan teri Medan.

“Yaba ini sabu model baru mengandung metamfetamin. Bentuknya lebih kecil, ini dikemas di (makanan kemasan) teri Medan yang warna hijau itu,” kata Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Calvijn Simanjuntak di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (18/1/2019) kemarin, seperti dilansir dari Detikcom.

Calvijn menyebut yaba adalah narkotika jenis baru yang masuk ke Indonesia dan sudah terkenal di Thailand. Tidak seperti sabu cair, yaba bentuknya seperti pil.
“Ada sekitar 20 ribu butir sabu yaba yang berhasil diamankan,” imbuhnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyebut ada 11 tersangka yang diamankan oleh polisi terkait jaringan ini. Sindikat menyamarkan narkoba tersebut dalam kemasan teri Medan untuk mengelabui petugas.

“(Makanan kemasan) abon lele khas di Riau seperti ini tapi sama tersangka dalamnya diganti sabu sama dengan (bungkus makanan kemasan) teri Medan juga gitu di dalamnya ada sabu model baru,” kata Argo.

Dalam kasus itu, polisi menyita 6,5 kg sabu, 57.578 butir ekstasi, dan 15,19 gram ganja. Sebelas tersangka disangkakan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Sumber.detik.com

Sisca Icun Dibunuh Lanang Buntu,Tewas Telanjang di Apartemen

JAKARTA,
Demokrasiindonesiapost.com Wanita yang tewas telanjang di kamar Apartemen Kebagusan City, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu Sisca icun Sulastri 36 tahun,yang diduga kuat dibunuh oleh Hidayat teman kencannya yang tak sangup membayar uang berkencan.

Mulanya, sesudah ditangkap polisi, Hidayat mengaku dirinya dijanjikan Sisca uang Rp 2 juta untuk melayani nafsunya icun di kamar apartemen.

Namun, dalam rekonstruksi yang dilakukan Polres Jakarta Selatan, Sabtu (29/12/18), diketahui modus sebenarnya Hidayat lah yang berjanji akan memberikan imbalan uang Rp 2 jutak kepada Sisca untuk melayani nafsu bejatnya.

 

Melalui rekonstruksi yang dilakukan diketahui, Hidayat menjerat leher Sisca memakai kabel pengisi daya Hp, meski korban sudah meninggal.

Melalui Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengatakan, Hidayat memang menggunakan pisau untuk menghabisi nyawa korban. Namun, yang memyebabkam Sisca Icun meninggal yakni jeratan kabel Hp di leher korban.

“Luka yang di dapat sebelumnya juga sebetulnya sudah membuat dia kehabisan darah, cuma karena dilihat masih ada pergerakan dari korban, akhirnya untuk memastikan, pelaku menjerat leher Sisca pakai kabel,” unkap Indra Jafar di lokasi rekonstruksi, Sabtu (29/12/18).

Dalam adegan rekonstruksi, diketahui Sisca sempat melakukan perlawanan dengan cara berteriak meminta pertolongan.

Akan tetapi, upaya yang dilakukannya gagal lantaran saat akan berteriak, Hidayat langsung menancapkan pisau dapur yang digenggamnya ke tubuh Sisca secara membabi buta.

kornologisnya, pelaku Hidayat sempat menjanjikan uang sejumlah Rp 2 juta kepada korban Sisca Icun Sulastri, agar mau berhubungan badan dengannya di apartemen.

“Saat sudah berada di atas kasur, pelaku sedang mulai melucuti pakaian korban, pelaku ditagih uang Rp 2 juta yang dijanjikan buat korban,”ucap Indra.

Namun, Hidayat tidak habis akal dia beralibi menyampaikan pada Sisca bahwa uang tersebut akan diberikan sesudah berhubungan intim.

Ternyata”, Hidayat yang berprofesi sebagai cleaning servis itu tak punya uang untuk membayar uang kencan tersebut, dan telah memunyai niat jahat untuk mengambil barang Sisca.

Polisi telah menetapkan Hidayat sebagai tersangka. Kasus ini terungkap setelah polisi membekuk Hidayat di kediaman orang tuanya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (20/12/18) siang.

Sisca ditemuka meninggal dalam kondisi bugil di kamar apatemennya pada Selasa (18/12/18) sore.

Atas perbuataannya itu, Hidayat kini telah mendekam di sel tahanan. Dia dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan kekerasan(*)

Caleg Cantik Tertangkap Membawa Sabu-Sabu

CIREBON,
DemokrasiIndonesiapost.com Dalam Operasi Antik Lodaya Tahun 2018 yang dilakukan Sat Narkoba Polres Cirebon berhasil mengamankan salah satu Caleg Daerah Pemilihan III Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat.

Diketahui seorang caleg yang berinisial R tertangkap tangan membawa barang bukti sabu-sabu seberat 1 gram di wilayah Ciperna Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon.

Kapolres Cirebon, AKBP Suhermanto mengatakan berdasarkan penyelidikan seorang caleg tersebut berprofesi sebagai kurir sabu dan kadangkala si caleg ini sebagai pengedar juga. “Setelah penyelidikan kita lakukan pembuntutan dan penangkapannya di pintu tol Ciperna,” beber AKBP Suhermanto saat jumpa persnya di lapangan Ranggajati, Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon, Kamis (20/12/18).

Dikatakannya, penangkapan seorang caleg tersebut pada awal bulan Desember lalu. “Dari tangan tersangka kita temukan barang bukti berupa sabu seberat 1 gram. Kita terus lakukan pendalaman terkait jaringannya. Apakah tersangka celeg ini terkait jaringan lokal atau jaringan antar Kabupaten atau Provinsi,” jelasnya.

Diakhir, menurut pengakuan tersangka, katanya baru berkecimpung dengan barang haram ini baru 6 bulanan.(07)

Semua Pelaku Pengeroyokan Dua Anggota TNI Ditangkap, Pengakuan Tersangka Bikin Geram

Jakarta,

Demokrasiindonesiapost.com/Indonesia kembali diguncang kabar mengejutkan, kali ini soal sosok Komandan TNI yang dikeroyok oleh beberapa orang yang diketahui adalah juru parkir. Komandan TNI itu berpangkat Kapten dari TNI Angkatan Laut yang bernama Kapten Komarudin.

Bukan hanya Kapten Komarudin tapi seorang anggota TNI AD yang melintas dan mencoba melerai peristiwa tersebut juga ikut menjadi korban. Anggota itu bernama anggota TNI AD Pratu Rivo Maulana (23). Dan peristiwa itu terekam jelas dalam kamera dan videonya pun viral di media sosial.

Kejadian pengeroyokan yang dialami Kapten Komaruddin itu bermula saat dirinya baru saja memperbaiki motor. Kala itu Kapten Komarudin tengah bersama anaknya yang masih duduk di bangku kelas 3 SD. Dilansir dari postingan akun Instagram @tni_indonesia_update, diketahui bahwa peristiwa itu terjadi pada Senin, 10 Desember 2018 pukul 15.30 WIB.
Kala itu, Kapten Komarudin (anggota TNI AL berpakaian dinas) beserta anaknya baru saja selesai servis motor. Dan mereka berencana untuk makan di sebuah warung soto kudus yang berada di samping minimarket Arundina. Pada saat hendak memarkirkan motornya, anak Kapten Komarudin mengatakan bahwa knalpotnya berasap. Mendengar kata sang anak, Kapten Komarudin pun kemudian memeriksa bagian mesin motornya.
Dan saat memeriksa motornya ternyata ada salah satu juru parkir yang menggeser motor milik Kapten Komarudin tanpa sepengetahuannya. Dan kejadian itu membuat kepala Kapten Komaruddin terbentur motor. Melihat perilaku sang juru parkir, Kapten Komarudin pun kemudian menegur juru parkir tersebut.
Namun alangkah terkejutnya Kapten Komarudin, ternyata juru parkir tersebut tidak terima ditegur. Kemudian terjadilah cekcok mulut antara Kapten Komarudin dan juru parkir tersebut.

Dan ternyata percekcokan antara Kapten Komarudin dan juru parkir tersebut mengundang perhatian teman-temannya. Dan seketika itu, para juru parkir tersebut kemudian mengeroyok Kapten Komarudin. Kapten Komarudin dikeroyok kurang lebih sekitar 7 sampai 9 orang juru parkir.
“Ya namanya petugas parkir itu pasti ada temen-temennya, mungkin disitu niat mau melerai. Tapi justru disitu terjadi cekcok berkelanjutan. Nah yang lebih agresif ini justru tukang parkirnya,” ujar Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Yoyon Tony.
Dan pada saat Kapten Komarudin dikeroyok oleh juru parkir tersebut, tiba-tiba melintas seorang Anggota TNI AD yang bernama Pratu Rivo Maulana dari Kes Dronkavser Paspampres. Melihat ada seorang berbaju dinas TNI loreng dikeroyok, Pratu Rivonanda kemudian berusaha melerai.
Namun, bukannya berhenti pengeroyokan itu, juru parkir tersebut justru menyerang Pratu Rivo. Hingga terjadi perkelahian diantara mereka. Melihat jumlah juru parkir melebihi jumlah mereka, kemudian Pratu Rivo mengamankan Kapten Komarudin beserta anaknya ke Barak Remaja Paspampres KPAD Cibubur dengan cara dibonceng menggunakan sepeda motor.

Dua pelaku diamankan usai kejadian

Terkait pengeroyokan Komandan TNI AL yakni Kapten Komarudin dan seorang anggota TNI AD Pratu Rivo Maulana, akhirnya pihak kepolisian berhasil mengamankan dua orang pelaku. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis.
“Sementara sudah dua (pelaku) ditangkap,” ujar Idham

Pelaku ditangkap di rumahnya

Sebelumnya pihak kepolisian berhasil mengamankan pelaku pertama yakni AP. AP ditangkap di rumahnya di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, pada Rabu (12/12/2018). Saat ditangkap AP sedang tidur.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menambahkan, satu pelaku yang baru ditangkap berinisial HP alias E (28). Pekerjaannya sebagai juru parkir. HP sendiri ternyata merupakan orang yang saat kejadian menggeser motor Kapten Komarudin.
“Tersangka kedua kita ambil di rumahnya tadi malam,” ujar Argo.
Menurut penuturan Argo, pelaku AP pada saat kejadian, menarik pakaian Kapten Komarudin dari belakang. Dan kemudian yang kedua adalah yang memegangi Kapten Komarudin dari belakang.

 tersangka jadi DPO

Sebelumnya, Argo mengatakan bahwa masih ada 3 orang yang menjadi DPO atas kasus pengeroyokan dua anggota TNI tersebut. Mereka adalah IH, D, serta SR. Argo mengatakan, SR merupakan istri dari salah satu tersangka. Saat kejadian pengeroyokan, SR turut mendorong dan memukul dua anggota TNI tersebut.
“DPO IH, D, serta SR. SR ini perempuan ya. Itu istri dari pada salah satu TSK. Yang dia juga ikut mendorong, memukul juga di sana. Istri TSK yang DPO inisial IH,” kata Argo.

IH dan SR ditangkap

Setelah ditetapkan sebagai DPO, pada Kamis (13/12/2018), pihak kepolisian akhirnya berhasil menangkap para pelaku. Dua pelaku diamankan di sebuah kos-kosan. Mereka adalah pasangan suami istri IH (31) dan SR (23).
“Tim Gabungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya Resmob dan Jatanras telah melakukan penangkapan terhadap tersangka Iwan Hutapea (IH) dan Suci Ramdhani (SR),” ujar Argo.
Dari keterangan yang diberikan Argo diketahui bahwa kedua tersangka tersebut ditangkap di di Jalan Raya Citayam, Gang Laskar, Kecamatan Cipayung, Depok pada Kamis (13/12/2018) pukul 13.30 WIB.
Dan menurut Argo, kini keduanya telah digiring ke Mako Remob Polda Metro Jaya, untuk penyidikan lebih lanjut terkait keterlibatannya dalam pengeroyokan Kapten Komarudin dan Pratu Rivo.
“Saat ini tim sedang membawa kedua tersangka ke Mako Remob Polda Metro Jaya guna dilakukan pemeriksaan,” kata Argo.

D berhasil ditangkap

Usai berhasil mengamankan IH dan SR, pihak kepolisian kembali menangkap tersangka terakhir yakni D (35). D diamankan oleh polisi di kawasan Cawang, Jakarta Timur pada Kamis (14/12/2018) malam. Hal tersebut juga dibenarkan oleh Argo.
“Iya benar (sudah ditangkap),” ujar Argo.
Dan dari penangkapan D, maka semua tersangka sudah berhasil diamankan. Dan untuk selanjutnya semua pelaku akan menjalani proses hukum atas perbuatannya yang melakukan pengeroyokan terhadap dua anggota TNI.

Pengakuan pelaku pada penyidik

Kepada penyidik seorang pelaku yang ditangkap pertama kali yakni AP mengatakan bahwa dirinya sempat menantang Kapten Komarudin untuk berkelahi. Bahkan dengan kata yang kasar, AP menyuruh Kapten Komarudin untuk melepas baju seragam loreng yang dikenakannya jika ingin berkelahi.
“Lo kalau mau ribut, lepas baju seragam lo,” ujar AP kepada penyidik.

Pelaku konsumsi minuman keras

Sementara itu, Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan bahwa para pelaku diduga sedang dalam pengaruh minuman keras (mabuk) sehingga membuat mereka berani melawan Kapten Komarudin dan Pratu Rivo. Dedi juga mengatakan bahwa para pelaku pada saat kejadian tengah menenggak minuman keras jenis kamput.
“Pada saat kejadian para pelaku sedang meminum minuman keras di sekitar TKP (Tempat Kejadian Perkara),” ucapnya.

Akan dilakukan tes urine

Perihal akan dilakukannya tes urine terkait dugaan pemakaian obat-obatan terlarang narkoba, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan bahwa pihak penyidik akan melakukan itu untuk penyidikan lebih lanjut.
“Itu teknis daripada penyidik ya, kita juga akan mengecek kembali apakah dia itu menggunakan narkoba atau tidak,” kata Argo.

Sumber : planet.merdeka.com

Miras Jenis Ciu,Di Gerebek!!!

PRABUMULIH
Demokrasiindonesiapost.com. Telah digerebek usaha rumahan pembuatan (miras) jenis arak putih(Ciu) oleh anggota Polres Prabumulih, pada Kamis (29/11/18). Penggerebekan pabrik miras produksi rumahan ini berada di Jalan Semeru, RT 03/04 RW 04, Kelurahan Tugu Kecil, Kecamatan Prabumulih Timur.atau lebih gaulnya kato budak prabu klenteng namonyo tempat jualan miras (Ciu).

Dari tempat produksi miras tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti 31 ember berisi miras arak putih, 6 dangdang yang digunakan sebagai alat membuat ciu,1 baskom berisi botol plastik berisi miras (Ciu), 4 drigen 10 Liter isi ciu, 2 drigen 20 liter isi ciu, 400 dus berisi 12 botol miras merk Newport, 3 dus berisi 12 botol miras merk Asoka.

Untuk kepentingan penyelidikan,seluruh barang bukti berikut pemilik pabrik yang diketahui berinisial, ATG (43) langsung dibawah ke Mapolres Prabumulih.

“Penggerebekan pabrik miras (Ciu) dilakukan oleh anggota Sabara bersama Bagops Kota Prabumulih, Saat dilakukan penggerbekan petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti miras jenis ciu dan tersangka,” ucap Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk SIK, (1/12/18).

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, terungkapnya pabrik (Ciu) tersebut dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang resah dengan seringkalinya terjadi transaksi jual beli miras (Ciu) di lokasi rumah milik pelaku ATG tersebut. Setelah dilakukan pengintaian dan mengumpulkan cukup bukti penggerebekan pun langsung kita lakukan di TKP.

Dan AS Satu setelah digeledah, polisi menemukan ratusan liter(Ciu) siap edar serta sejumlah miras lainnya, di lokasi usaha pabrik rumahan tersebut, juga didapati sejumlah perlengkapan alat yang digunakan untuk membuat (Ciu.red)

“Pemilik usaha tersebut sudah kita amankan dan masih proses penyidikan, ucapnya.

Kapolres meminta kepada masyarakat kususnya warga Prabumulih untuk tidak mengkomsumsi miras,karna sudah banyak terjadi korban jiwa akibat miras di kota Nanas ini.(*)

Mantan Preman Kondang Hercules Kembali Ditangkap Polisi

JAKARTA,

DemokrasiIndonesiapost.com –Hercules Rosario Marshal kembali ditangkap polisi karena diduga menjadi dalang terkait aksi premanisme di Jakarta Barat.

Team Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat kini tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap Hercules Rosario Marshal terkait dugaan tindakan premanisme yang terjadi di kawasan Kalideres, Jakarta Barat.
“Penangkapan ini ada kaitannya dengan yang di Kalideres [penguasaan lahan] kemarin karena saat ini sudah ada 12 anak buahnya yang kita terapkan sebagai tersangka,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edy Suranta Sitepu di Jakarta, Rabu (21/11/2018).

Hercules merupakan pimpinan preman yang melakukan tindakan premanisme pada dua lahan yang menjadi jajahan kelompoknya yakni lahan seluas dua hektare milik PT Nila Alam dan tiga hektar milik PT Tamara Garden.

Ia ditangkap di Kompleks Kebon Jeruk Indah Blok E 12 A Kembangan Jakarta Barat.

Saat tiba di Polres Metro Jakarta Barat Rabu (21/11/18) pukul 15.50 WIB, Hercules langsung digiring menuju ruang Satreskrim Unit Tanah dan Bangunan.

AKBP Edy mengatakan, saat ini Hercules sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus pengeroyokan dan penguasaan lahan di kawasan kalideres.

“Sudah langsung kami tetapkan sebagai tersangka kasus Pasal 170 dan 335 KUHP,” kata Edy. Sebelumnya, Kapolres Jakarta Barat Hengki Haryadi menjelaskan tindakan pidana yang dilakukan Hercules terkait dengan penangkapan 23 preman yang menguasai lahan bersertifikat dan melakukan intimidasi dan pengancaman terhadap pemilik lahan di Kalideres Jakarta Barat pada Selasa (6/11/18).

“Mereka berasal dari kelompok geng Hercules, tertangkap pada saat melakukan pembongkaran pada pagar arkon, melakukan intimidasi kepada penjaga lahan, mengusir dan menguasai lahan dengan dalih kelompok tersebut dapat surat kuasa dari pemilik hak,” ungkap Hengki.

Ia melanjutkan,Para korban sudah lama merasa ketakutan dengan para tersangka yang kerap beraksi dengan membawa senjata tajam untuk melakukan pemerasan sejak Agustus, hingga akhirnya berani melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian dan mendapat tanggapan.

Hengki memaparkan awalnya polisi menangkap sepuluh orang yang beraksi dengan cara merusak pintu masuk kantor pemasaran PT. Nila Alam.

Sepuluh orang tersangka itu berinisal FTR, SS, BS, DV, MK, AS, RK, MR, YN, dan AB. Mereka meminta uang jasa pengamanan keada masing-masing penyewa senilai Rp500 ribu per tiap bulannya.

Selanjutnya 13 preman ditangkap saat melakukan pembongkaran pagar arkon lahan milik PT Tamara Green Garden. Mereka yang ditangkap yakni MD, MYD alias Roy, WW. SR, ON, IP, CC, SY, JL, AS, MY, AC, dan KR.

Mereka ditangkap dengan alat bukti berupa senjata tajam pisau dan golok, linggis, papan plang, surat somasi dan sertifikat lahan unkap Hengki,(*)

Sosok Mayat Di Temukan Di Teras Rumah Kosong

PRABUMULIH,

Demokrasiindonesiapost.com Telah ditemukan sosok mayat seorang laki-laki nama darlis bin jamin 65 tahun Alamat Jalan Kopral Hanapiah,Kelurahan Wonosari,Kecamatan Prabumulih Utara,

Saksi mata yang pertama kali mengetahui kejadian tersebut Leni (ibu rt stempat) (21/11/18)Sekitar jam 07.00 Wib.telah melihat korban terkujur kaku dan sudah meninggal dunia dan segera leni dan warga setempat melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwajb.

Mendapatkan kabar tersebut pukul 07.20 wib polsek barat dan spk polres lansung terjun ke TKP dan melakukan olah TKP. dibantu unit identifikasi mayat oleh Team satreskrim Polres prabumulih.
Berdasarkan keterangan ibu rt leni menjelaskan bahwa laki-laki tersebut memang sering tidur di TKP setiap harinya, dikarnakan korban tersebut tidak memiliki rumah meski keluarganya ada yang tinggal di prabumulih.

Salah satu tetangganya hendra mengkatakan bahwa korban sudah lama mengalami sakit jantung dan tidak mau tinggal di rumah keluarganya.korban tersebut memiliki istri dan 2 anak, namun keluarganya sekarang berdomisilih di bekasi dan tidak ada kemunikasi lagi.


Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk SIK MH melalui Kpolsek Perbumulih Barat AKP Murshal Madi.SE mengatakan korban mengalami luka robek di pelipis kanan, yang diduga korban tertidur dan meinggal di kursi, kemudian jatuh ke lantai mengenai pelipis kanan.

Setelah melakukan indetifikasi polres prabumulih langsung membawa korban ke rumah sakit untuk di lakukan visum dan rencananya pihak kepolisian
Akan menyerahkan korban ke pada keluarganya untuk dikebumikan(*)

Imigran gelap WNA Menjamur di BABEL

Pangkalpinang

Demokrasiindonesiapost.com– Kepala Imigrasi Kelas I Pangkalpinang, Aris Yuliansyah melalui Kasi Teknologi & Informasi/Humas, Iqbal Rifai menyampaikan ada 37 orang WNA (Thailand & Cina) yang sempat dipantau/diawasi oleh satuan tim Intel Dakim Imigrasi Kelas I Pangkalpinang.

Diakui Iqbal Rifai saat ini pihaknya sedang melakukan giat pengawasan orang asing di wilayah perairan Sungailiat, Kabupaten Bangka & Penganak, Kabupaten Bangka Barat.

Pihak Imigrasi Kelas I Pangkalpinang baru-baru ini berhasil mendeportasikan 15 orang TKA (Tenaga Kerja Asing), dari
37 orang warga negara asing (WNA), dan 2 orang diantaranya merupakan WNA asal negara Cina.

Ke 15 orang dideportasi ke negara asalnya (Thailand) lantaran dianggap telah melanggar Undang – Undang Keimigrasian lantaran keterangan jabatan pekerjaan tidak sesuai atau tidak sesuai dengan ijin tinggalnya.

“Jadi kronologisnya awalnya hari Sabtu tanggal 11 November 2018 tim Intel Dakim melakukan giat pengawasan orang asing di perairan Sungailiat Bangka. Saat itu pada 5 unit kapal isap produksi (KIP — red) petugas menemukan 10 orang WNA itu atau saat dilakukan pemeriksaan paspor berikut dokumen lainnya kedapatan tidak sesuai dengan jabatan pekerjaan bahkan sebagian tidak dapat menunjukan bukti paspor,” Ungkap Iqbal ketika ditemui Pewarta HPI Babel di ruang kerjanya, beberapa hari yang lalu (Jumat, 16/11/2018).

Lanjutnya, 5 WNA asal Thailand itu pun dideportasi ke negara asalnya, Selasa (13/11/2018) lalu, dan pada hari Jumat (16/11/2018) yang lalu, kembali Imigrasi Kelas I Pangkalpinang mendeportasi 10 orang WNA asal Thailand.

“Hari ini pun kami mendeportasi 10 orang WNA Thailand lagi untuk dipulangkan ke nsgara asalnya. Sedangkan sisanya 22 orang WNA lainnya rencananya pekan depan dideportasi,” tegasnya.

Dijelaskan oleh Iqbal Rifai bahwa sejumlah WNA Thailand yang bekerja di KIP tersebut sesungguhnya di bawah naungan bendera sejumlah perusahaan swasta yang bergerak di bidang penambangan timah di perairan laut Kepulauan Bangka Belitung.

Berdasarkan data-data yang diperoleh Pewarta HPI Babel dari pihak Imigrasi Kelas 1 Pangkalpinang, perusahaan KIP (Kapal Isap Produksi) mememang mempekerjakan para WNA Thailand itu, bahkan 10 orang WNA Thailand yang dideportasi Jumat (16/11/2018), diketahui masing-masing bekerja di sejumlah KIP yakni SOR Chokedee 1 di bawah bendera perusahaan (PT Sukses Indo Prima), KIP GELASA di bawah naungan PT Indeco Metal Jayando, KIP Trinusa 1 yakni PT Berdikari Investama dan KIP Tinindo 2 di bawah bendera PT Pelayaran Lomasta.

Lebih lanjut, Iqbal menegaskan dalam waktu dekat ini para penjamin WNA tersebut akan dilakukan pemeriksaan oleh pihaknya terkait kasus ini.

“Surat pemanggilan sudah kita layangkan kepada pihak-pihak penjamin WNA itu guna dilakukan pemeriksaan. Nah jika nanti ditemukan bukti kuat pelanggaran maka para penjamin bisa dijerat dengan ancaman sanksi pidana kurungan penjara lantaran melanggar UU Keimigrasian Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian,” tegasnya.

Terkait pemberitaan ini, Pewarta HPI Babel masih mengupayakan menghubungi pihak perusahaan yang mengelolah sejumlah KIP di perairan pulau Bangka (Bangka & Bangka Barat) untuk diminta konfimasinya.

Kini masyarakat Babel menunggu tindakan tegas dari pihak Imigrasi Kelas 1 Pangkalpinang kepada para penjamin, akankah sanksi itu ditegakkan, semoga hukum tidak tajam ke bawah.(*)

3 Pemuda Ngibon”,Tertangkap Mencuri Sangkar Burung

PRABUMULIH,

Demokrasiindonesiapost.com Nyaris diamuk masa 3 pemuda yang suka mengisap Ngibon(lem), yang diduga menjadi dalang pencurian 2 buah sankar burung kacer milik Sutejo bin Mulyono (48) warga jalan jendral Sudirman, depan Rumah Makan Siang Malam Cambai, Minggu ( 18/11/18),

ke 3 Orang tersebut AS (27) warga asal desa sukamerindu Lubai, Kabupaten Muaraenim. SW(25) warga gang surya, Kelurahan Pasar 1, Kecamatan Prabumulih barat dan MD (26) warga gang W. Hamin, Kelurahan Pasar 1 Kecamatan Prabumulih Barat.

Kelakuan tiga pencuri ini yang mencurigakan sempat dipergoki oleh korbannya sendiri. Namun nasib baik mereka berhasil kabur dan membawa lari dua buah sarang berikut burung yang berada di rumah korban. Selama pelarian, para tersangka terlebih dahulu menjual burung jenis Kacer hasil kejahatan di Sungai Medang dengan maksud menebus HP yang tergadai.

Naas bagi 3 pelaku tersebut karna Korban mengetahui ciri ciri wajah ketiga tersangka, lalu Sutejo melakukan pencarian. Akhirnya pelarian ketiganya harus terhenti di kawasan jalan angkatan 45 dekat Rumah Sakit Bunda, Sempat terjadi keributan antara korban dan 3 pelaku tersebut.

Untung Tim Opsnal Polsek Cambai datang ke TKP dan mengamankan 3 pelaku yang nyaris diamuk masa. Setelah itu pelaku digiring petugas ke Polsek Cambai guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Di tempat yang berbeda Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk SIK MH melalui Kapolsek Cambai Iptu Faizal Kamil, S.H membenarkan penangkapan 3 tersangka akibat melakukan tindak pidana pencurian.

“Kurang lebih pukul 05.00 pagi, Kita mendapat informasi para tersangka kasus pencurian ditangkap warga diwilayah dekat RS Bunda.Mendapatkan informasi tersebut,Team kita langsung terjun menuju TKP dan mengamankan 3 tersangka,” Ucap Iptu Faizal Kamil.

Masih Kata Iptu Faizal Kamil, Dari penangkapan itu, pihaknya berhasil mengamankan BB berupa 2 buah sangkar burung, sebilah senjata tajam jenis pisau, serta Satu unit sepeda motor jenis Revo warna hitam yang digunakan para pelaku untuk melancarkan aksi kejahatan nya.(*)

Pemusnahan Narkoba Oleh( BNN) Provinsi BABEL

BNN BABEL KOTA

Pangkalpinang

Demokrasiindonesi.com – Pemusnahan barang bukti Narkotika sebanyak 1,2 kilo gram (kg) narkotika jenis sabu oleh pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Selain disaksikan oleh instansi terkait seperti Kejaksaan tinggi (Kejati) Babel, Kepolisian Daerah (Polda) Babel, PT. Angkasa Pura, AVSEV, BNN Kota Pangkalpinang, Dinas Kesehatan Kepulauan Babel, KSOP Pangkalbalam, Relawan Anti Narkotika dan Para Pewarta Babel.

Dalam kesempatan itu Ketua HPI Babel Rikky Fermana, mewakili awak media yang hadir menjadi saksi pegetesan atau uji keaslian barang bukti Narkotika jenis Shabu sebelum dimusnahkan, tadi pagi Jumat (16/11/2018).

Tampak saat uji keaslian barang bukti jenis Shabu Ketua HPI Babel Rikky Fermana, didampingi Kepala Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Babel, AKBP Noer Iswanto dan kepala BNN Kepulauan Babel Brigjen Pol Drs Anang Hadiyanto.

Selain barang bukti shabu yang dimusnahkan, BNN Kepulauan Babel juga menghadirkan empat pelaku kejahatan narkoba.

Empat pelaku yang berhasil ditangkap oleh petugas dengan cara berbeda, ada yang menyimpan dalam kotak susu dalam kemasan paket yang dikirim melalui jasa ekpedisi.

Dan dua orang pelaku ketangkap di Bandara Depati Amir Pangkalpinang oleh petugas Bandara setelah informasi yang diterima barang bukti Shabu diketahui disimpan di di la tubuhnya dengan cara dimasukan dalam lobang anus pelaku.

Terkait hal ini, Ketua HPI Babel Rikky Fermana berpesan agar masyarakat pers harus peduli bersama-sama instansi di Babel untuk memerangi kejahatan Narkoba.

” Kejahatan Narkoba sudah menyerang dari segala lini, maka sudah saatnya para pewarta HPI Babel melawan kejahatan Narkoba dan harus menjadi agen pemerintah dalam memerangi kejahatan Narkoba ” ucap Rikky.