Sekolah Rakyat Empat Lawang Pulangkan Seluruh Siswa, Wali Murid Keluhkan Ketiadaan Pasokan Air Bersih
EMPAT LAWANG, SUMSEL — Belum genap satu bulan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berlangsung, Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, memulangkan seluruh siswa kepada orang tua masing-masing.
Pemulangan tersebut dilakukan pada Selasa, 22 September 2026. Sejumlah wali murid mengaku mendapat pemberitahuan dari pihak sekolah untuk segera menjemput anak mereka karena sekolah disebut mengalami kendala ketersediaan pasokan air bersih.
Sejumlah wali murid yang ditemui awak media mengatakan, pihak sekolah menyampaikan bahwa seluruh siswa untuk sementara dipulangkan hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan.
“Pihak sekolah menghubungi kami dan meminta anak segera dijemput. Katanya karena pasokan air bersih di sekolah tidak tersedia,” ujar salah seorang wali murid.
Wali murid lainnya mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Menurutnya, para orang tua sebelumnya telah mengeluarkan biaya dan berupaya memenuhi kebutuhan anak untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.
“Baru minggu kemarin kami mengantar anak untuk bersekolah. Sekarang sudah dipulangkan lagi karena persoalan air. Kami sebagai orang tua tentu kecewa dan bingung sampai kapan anak-anak kembali bersekolah,” katanya.
Ia berharap persoalan tersebut segera mendapatkan penyelesaian sehingga kegiatan belajar siswa dapat kembali berjalan normal.
Dinsos: Hanya Sebagai Fasilitator
Untuk memperoleh keterangan lebih lanjut, awak media menghubungi Dinas Sosial Kabupaten Empat Lawang selaku salah satu pihak yang menjadi fasilitator program Sekolah Rakyat di daerah tersebut.
Pihak Dinas Sosial Kabupaten Empat Lawang menjelaskan bahwa kewenangan terkait operasional dan pengelolaan sekolah berada pada pihak-pihak yang memiliki kewenangan sesuai mekanisme penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
“Kami dari Dinas Sosial Kabupaten Empat Lawang hanya sebagai fasilitator. Kalau masalah keuangan, operasional, dan pelaksanaannya, ada pemerintah pusat, pemerintah kabupaten, serta manajemen sekolah yang memiliki kewenangan,” ujar pihak Dinas Sosial melalui sambungan telepon.
Terkait pemulangan seluruh siswa yang disebut disebabkan tidak tersedianya pasokan air bersih, pihak Dinas Sosial menyarankan agar awak media mengonfirmasi langsung kepada pihak manajemen Sekolah Rakyat.
Manajemen Sekolah Belum Memberikan Penjelasan
Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai persoalan tersebut, pihak manajemen Sekolah Rakyat Kabupaten Empat Lawang belum memberikan penjelasan secara rinci.
Upaya konfirmasi dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai penyebab tidak tersedianya pasokan air bersih, langkah penanganan yang dilakukan, serta kepastian kapan kegiatan belajar mengajar siswa dapat kembali dilaksanakan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian para wali murid karena Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan yang diharapkan dapat memberikan layanan pendidikan dan fasilitas yang layak bagi para peserta didik.
Terlebih, keberadaan Sekolah Rakyat di Kabupaten Empat Lawang diharapkan menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Persoalan ketersediaan air bersih pun menjadi sorotan. Masyarakat mempertanyakan kesiapan sarana dan prasarana sekolah sebelum kegiatan pendidikan dan pengasuhan siswa dilaksanakan.
Namun demikian, terkait sumber pendanaan pembangunan, pengelolaan anggaran, serta pihak yang bertanggung jawab atas penyediaan sarana air bersih, masih diperlukan penjelasan resmi dari instansi dan manajemen yang berwenang.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak manajemen Sekolah Rakyat Kabupaten Empat Lawang mengenai kapan siswa akan kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar serta langkah yang akan dilakukan untuk mengatasi persoalan pasokan air bersih tersebut.((Ujang)



Insert Text Here