Bangun Bendung Karet Multifungsi Kementerian PUPR di Pantai Utara Indramayu

Jakarta,

Demokrasiindonesiapost.com– Kawasan permukiman dan lahan pertanian di Pantai Utara Kabupaten Indramayu, Jawa Barat kerap mengalami banjir akibat pasang-surut dan intrusi air laut yang mengakibatkan air menjadi payau dan tidak layak untuk dikonsumsi atau untuk mengairi lahan persawahan. Untuk mengatasi masalah tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2018 telah menyelesaikan pembangunan Bendung Karet Kali Perawan di Desa Kertawinangun, Kecamatan Kandanghaur.

Kehadiran bendung karet akan mengurangi risiko banjir di 3 (tiga) desa seluas 380 hektar yakni Desa Kertawinangun, Desa Ilir dan Desa Soge. Selain mengatasi banjir dan intrusi air laut, pembangunan Bendung Karet yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Ditjen Sumber Daya Air juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan air atau _long storage_ .

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan bendung karet seperti ini merupakan salah satu cara yang cukup efektif dan efisien untuk pengelolaan air tawar. “Pembangunan bendung tidak membutuhkan pembebasan lahan karena menggunakan badan sungainya sendiri. Desain dan konstruksinya lebih sederhana dibanding pembangunan bendungan. Biayanya pun lebih kecil yakni untuk Bendung Karet Kali Perawan sebesar Rp 67,4 miliar,” ujar Menteri Basuki saat meninjau Bendung Karet Kali Perawan, Kamis (8/11/2018).

Pada saat musim kemarau, pintu bendung akan ditutup sehingga menjadi long storage yang bisa menampung air lebih dari 1 juta m3 dan sekaligus mencegah intrusi air laut ke sungai. Sementara pada musim hujan, pintu bendung akan ditutup hingga ketinggian air mencapai elevasi 1,9 meter, yang kemudian dialirkan ke laut dengan kapasitas 255,18 m3/detik.

Dengan tetap terjaganya debit air di sungai tersebut nanti dapat digunakan untuk mengairi daerah irigasi seluas 2.307 Hektar dan diharapkan dapat membantu peningkatan jumlah panen dari 2 kali menjadi 3 kali panen dalam setahun. Selain itu, bendung karet ini juga dimanfaatkan untuk mengairi daerah perikanan air tawar seluas 200 hektar. Untuk mengakomodir kebutuhan para petani garam, akan dibuat saluran khusus mengalirkan air laut ke tambak-tambak garam sepanjang 1 km.

Kepala BBWS Citarum Bob Arthur Lombogia mengatakan, pengerjaan proyek pembangunan bendung karet tersebut dilakukan sejak Maret 2017 hingga Oktober 2018. Pekerjaan dilaksanakan oleh kontraktor PT. PP (Persero), Tbk.

Bob mengatakan, bendung karet dengan pelindung baja sepanjang 22 meter tersebut, memiliki kelebihan pada masa umur pakai karet yang lebih lama karena terlindungi panel baja. Selain itu waktu untuk menaikkan dan menurunkan muka air lebih cepat daripada bendung karet tanpa panel baja dan dapat dioperasikan sesuai kebutuhan atau elevasi muka air yang diinginkan.

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki, Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air Hari Suprayogi, Dirjen Bina Marga Sugiyartanto, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry TZ, Direktur Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan dan Fasilitasi Jalan Daerah Hedy Rahadian, Kepala BBWS Citarum Bob Arthur Lombogia, Kepala BBPJN VI Hari Suko dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja. (*)

Kampung BSPS Kabupaten Jombang Diresmikan

Jakarta

DemokrasiIndonesiapost.com– Peningkatan kualitas rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di seluruh Indonesia menjadi fokus Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Salah satunya dilakukan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau Rumah Swadaya. Program BSPS dilakukan dengan memberikan dana stimulan dan untuk perbaikan rumahnya dilakukan secara gotong royong.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan Program Rumah Swadaya merupakan salah satu instrumen Kementerian PUPR untuk mencapai target Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo pada 29 April 2015. “Program Satu Juta Rumah sebagai bagian dari penjabaran Nawacita dalam pembangunan nasional,” kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

Salah satu lokasi pelaksanaan Program BSPS tahun 2018 adalah di Desa Tanjung Wadung, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur dengan jumlah rumah yang diperbaiki sebanyak 153 unit. Setiap rumah mendapatkan dana stimulan untuk peningkatan kualitas rumah sebesar Rp 15 juta.

“Hal ini merupakan bukti nyata bahwa Pemerintah hadir dalam penyediaan hunian yang layak bagi MBR. Kami harapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman,”ujar Dirjen Penyediaan Perumahan Khalawi AH pada saat peresmian Kampung BSPS di Desa Tanjung Wadung yang dihadiri oleh anggota DPR RI Sadarestuwati dan Wakil Bupati Jombang Sumrambah.

Pada tahun 2018, Program BSPS dikembangkan menjadi bagian Program Padat Karya Tunai dimana komponen dana bantuan tidak hanya belanja material dan peralatan namun juga terdapat komponen upah. Program BSPS di Provinsi Jawa Timur mencakup 11.564 unit rumah melalui BSPS reguler 9.400 unit dan BSPS NAHP (National Affordable Housing Program) sebanyak 2.164 unit yang tersebar di 22 Kabupaten/Kota.

Program Padat Karya Tunai lainnya yang dilakukan oleh Ditjen Penyediaan Perumahan adalah Program Rumah Khusus yang diperuntukan bagi nelayan, masyarakat perbatasan, korban konflik, petugas pemerintah yang bekerja di daerah terpencil. Salah satunya adalah pembangunan 50 unit rumah khusus di desa pisang Kecamatan Patian Rowo, Kabupaten Nganjuk yang diperuntukan bagi korban konflik dimana sudah rampung dikerjakan. Biaya pembangunan sebesar Rp 4,81 miliar.

Program Padat Karya Tunai Kementerian PUPR yang dilakukan Ditjen Penyediaan Perumahan terdiri dari Program BSPS sebesar Rp 3,6 triliun yang dilaksanakan di 5.585 kelurahan/desa diman sebesar 14% atau Rp 536 miliar merupakan komponen upah. Sementara program rumah khusus dianggarkan sebesar Rp 700 miliar dimana 20% atau Rp 140 miliar dialokasikan untuk upah.

Penyerapan tenaga kerja melalui kedua program ini sebanyak 127.964 tenaga kerja yang terdiri dari 122.240 tenaga kerja dengan jumlah Hari Orang Kerja (HOK) sebanyak 2.308.334 melalui kegiatan BSPS dan 5.724 tenaga kerja dengan jumlah HOK sebanyak 737.720 melalui kegiatan Rumah Khusus. Hal ini akan meningkatkan perputaran uang dan mengurangi pengangguran di desa. (*)

Cara Produksi Liquid Vape Ekstasi Buatan Kartel Reborn Cartel

JAKARTA DemokrasiIndonesiapost.com-Kasubdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvjin Simanjuntak menjelaskan cara sindikat narkoba “Reborn Cartel” memproduksi dan mengedarkan liquid vape “Illusion” yang mengandung pil ekstasi. Sindikat tersebut membagi tiga lokasi dalam proses pembuatan narkoba jenis liquid Illusion.

Terkait pengungkapan kasus ini, polisi telah meringkus 18 tersangka termasuk pasangan suami-istri berinisial TY (28) dan DW (25).

“Kami menemukan tiga lokasi, yang pertama adalah tempat ini adalah laboratorium di. Fungsinya adalah memproses, memproduksi hasil hasil produksi dan meracik di tempat ini,” ucap Calvjin Simanjuntak di laboratrium liquid vape illusion di Jalan Janur Elok, Kelapa Gading, Jakarta Timur, Kamis (8/11/2018).

Calvjin menerangkan, para tersangka kemudian mengirimkan cairan yang mengandung ekstasi itu ke tempat ke dua yang berada di salah satu unit Apartemen Paladian, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Di dua lokasi itu, para tersangka memasukan cairan narkoba ke dalam botol berukuran 5 milimeter. Selanjutnya, botol-botol yang telah terisi kemudian di beri label ‘illusion’ dengan tujuan mempercantik kemasan liquid itu.

“Jadi produk yang diracik dan dimasukan dalam botol diberi label hologram itu tempatnya di TKP kedua yaitu apartemen Palagian,” jelasnya.

Calvjin menyebut para tersangka kemudian kembali mengirimkan ke lokasi ketiga lain, salah satunya adalah unit apartemen Basura di Jatinegara, Jakarta Timur. Di tempat itulah, botol-botol di kemas di dalam kardus-kardus kecil sehingga siap untuk dikirim ke pelanggan yang akan memesan.

“Mempack (mengemas) sesuai dengan ukurannya. Jadi di TKP Basura itu banyak sekali kotak yang disiapkan sesuai dengan ukuran dan jumlah botol pemesan. Misalkan dua botol itu mungkin ukuran sedang, 10 botol ukuran kecil dan seterusnya,” ujar Calvjin.

Lebih jauh, Calvjin menambahkan, dalam memperjualbelikan liquid tersebut para tersangka menjual satu botolnya dengan kisaran harga Rp350 ribu hingga Rp400 ribu. Liquid berukuran 5 mililiter dan dalam mengantarkan pesanan, para tersangka menggunakan transportasi online dan jasa ekspedisi.

“Harganya Rp 350-450. Pemesanannya juga berlangsung secara online dengan pendistribusian dengan dua cara. Yang pertama didistrubusikan dengan jasa ojek online dan yang kedua pendistribusiannya dengan menggunakan jasa ekspedisi,” tandas Calvjin.(*)

Kementerian PUPR Lelang Dini 3.926 Paket Senilai Rp.32.61 Triliun

Jakarta

Demokrasiindonesiapost- Untuk mempercepat realisasi pelaksanaan kegiatan tahun 2019 tersebut, Kementerian PUPR memulai proses lelang dini pada November 2018. Sebanyak 3.926 paket senilai Rp 32,61 triliun siap dilelang. Jumlah tersebut adalah 39% dari 80% Pagu Pengadaan Kementerian PUPR.

Dalam memulai lelang dini, Menteri Basuki menyampaikan arahannya yakni mulai lebih awal, penganggaran dilakukan secara efektif dan efisien mengacu pada value for money, pelelangan dilakukan secara adil, tidak diskrimatif dan bersaing. Kemudian Pokja harus kredibel/profesional, dapat dipercaya, cepat dan jangan takut melangkah.

“Keberadaan ULP/Pokja menjadi simpul penting untuk mencapai target pelelangan dini tahun 2019. ULP/Pokja harus bekerja secara efektif dan efisien dengan mengetahui kebutuhan, tepat mutu, manfaat yang optimal, dan sesuai harga pasar. Pada tahun 2019, dari Rp 110,7 triliun, sebesar 84,6% atau senilai Rp 75,73 triliun merupakan belanja modal dan sekitar 16,2% belanja barang yang mayoritasnya berkarakter modal,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Kementerian PUPR tahun 2018, di Jakarta, Senin (5/11/2018).

Dihadapan para pejabat tinggi madya, Kepala Balai/Balai Besar dan pejabat pratama, Menteri Basuki juga mengingatkan untuk menjauhi praktik koruptif, kolusi dan nepotisme. Hal tersebut sesuai arahan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas Kabinet bahwa praktik-praktik proyek yang di-ijonkan, penggelembungan harga atau mark up, praktik suap, modus kongkalikong dengan vendor dan lelang fiktif dengan manipulasi dokumen dan pemenang pengadaan, tidak boleh terjadi lagi.

Paket lelang dini tersebut terdiri dari 4 paket di Sekretariat Jenderal, 66 paket di Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA), 3.446 paket di Ditjen Bina Marga, 84 paket di Ditjen Cipta Karya, 314 paket di Ditjen Penyediaan Perumahan, 5 paket di Ditjen Pembiayaan Perumahan, dan 7 paket di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM).

Dalam kesempatan tersebut Menteri Basuki juga menyampaikan bahwa pada tahun 2019, Kementerian PUPR fokus pada penyelesaian tugas, termasuk tugas khusus penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN), rehabilitasi dan rekonstruksi daerah bencana di NTB dan Sulawesi Tengah, pembangunan pasar dan sarana pendidikan. (*)

(CBA)Uchok Sky Khadafi: Perumusan Masalah Anggaran Punya Tendensi Politis”

OPINI,

DEMOKRASIINDONESIAPOST-Berpenampilan sederhana apa adanya, dan tak banyak neko- neko itulah sosok seorang Uchok Sky Khadafi,Direktur Center For Budget Analysis (CBA). Uchok adalah seorang anak tunggal, dari ayah yang bekerja sebagai TNI AD berpangkat Peltu di Batalyon Perbekalan Angkutan (Yon Bekang)/Perbekud, yang bermarkas di Kramat Jati Jakarta Timur, dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga biasa.

Pria kelahiran Tapanuli Selatan 22 Pebruari 1974 lulusan S1 Fisip Universitas Jakarta dan S2 Manajemen Lingkungan Universitas Negeri Jakarta,memiliki hobi membaca sebagai bahan literasi untuk berdiskusi, dikenal banyak orang sebagai aktivis anti korupsi sejak 2010.

Aktivis Mahasiswa

Idealisme seorang Uchok Sky Khadafi terasah dan dimulai saat masih duduk dibangku kuliah sebagai aktivis mahasiswa tergabung bersama forum Kota (forkot), berjuang untuk berbagai kepentingan rakyat di tahun 98. Bersama sama mahasiswa lain dalam gerakan reformasi menumbangkan Rezim Orba (Orde Baru).

Setelah tumbangnya orba di tahun 1998, ada sebagian gerakan mahasiswa di organisasi mahasiswa Forum Kota (Forkot) malah berorientasi uang dalam mengawal pemerintahan hasil reformasi di Forkot. Akibat orientasi yang berbeda dari awal dibentuk Forkotpun terpecah.

Sekeluarnya dari Forkot, Uchok membentuk kembali organisasi mahasiwa bernama Front Aksi Mahasiwa Untuk Demokrasi (Famred). Famred terbentuk dari mahasiswa 98 yang benar benar idealis untuk sebuah perjuangan gerakan mahasiswa yang menginginkan Indonesia lebih baik .

Setelah pergerakannya selesai,Uchok masuk LSM Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA). Idealisme Uchok kala itu yang membawanya masuk LSM, tidak ke partai politik ataupun organisasi money oriented. Melihat situasi kala itu memasuki fase pemerintahan reformasi masih banyak yang kotor dan perlu dikontrol dan di awasi.

“Idealisme yang ada di diri Saya,tidak bisa melihat sesuatu yang kotor dan berpolitik praktis.Untuk itu, Saya lebih memilih bergabung pada gerakan di sebuah LSM yaitu FITRA,” cerita Uchok saat pertama kali bergabung.

Di LSM- FITRA sendiri banyak pergulatan pemikiran dan intrik hingga suatu masa ada pergantian pimpinan dan 3 bulan setelah pergantian pimpinan tidak banyak melakukan kegiatan yang tekspose media massa. Hingga akhirnya Uchok memilih mendirikan sendiri sebuah tempat baru untuk menyalurkan idealismenya.

Saat di FITRA Uchok adalah seorang Koordinator Advokasi dan investigasi. Keahliannya melobi dan mencari data dan mengakses data data proyek APBD,APBN, BUMN dan data lainnya bagi Uchok bukan lah perkara mudah. Setelah mendapatkan pun butuh keahlian khusus dalam menganalisa dan mengakses data tersebut agar menjadi sebuah temuan untuk dirilis dan dipublikasi dimedia massa.

Center for Budget Analysis (CBA)

Masuk Fitra 2002, dan pada tahun 2010 Uchok mulai berbicara sendiri dilapangan hingga 2014 ia keluar dari FITRA. Uchok melihat banyak teman teman LSMnya menjadi pejabat publik dan masuk dalam koridor pemerintahan. Akibat banyaknya kritikan dan temuannya terkait kinerja keuangan di pemerintahan, Uchok banyak mendapat ancaman dan intrik.

Atas pemikiran keamanan dan keselamatan akan dirinya, akhirnya ia mengundurkan diri dari FITRA di tahun 2014. “ Saya tidak mau menghabiskan energi dan pemikiran di FITRA untuk sebuah conflict of interest,karena banyaknya intrik dari teman teman sendiri. Untuk itu saya mundur dan membuat lembaga sendiri.”ungkap Uchok

Selepasnya di FITRA, Uchok coba membangun Center For Budget Analysis bersama temen wartawan dan teman FITRA sendiri yang masih punya idealisme dan bisa dipercaya secara diam diam. CBA berdiri otomatis sejak selepas ia dari Fitra 2014 hingga kini. Cara kerjapun tak beda saat dia ada di FITRA, hanya satu tugas bertambah, yaitu melatih mereka yang datang dari beberapa daerah untuk belajar terkait analisa budget dan mengenal anggaran baik APBD,APBN dan analisis penggunaan yang lebih fair.

Kader tentu dibutuhkan untuk menjadi team pengawas anggaran diberbagai daerah,karena banyaknya persoalan anggaran itu makanya saya membutuhkan kader yang Saya latih agar bisa bekrja bersama dalam team work,” papar Uchok yang mengaku tak mungkin ia kerjakan sendiri mengawasi atau memantau penggunaan APBD maupun APBN di CBA- lembaga baru yang didirikan.

Tujuan membuat isu anggaran adalah agar jangan ada kebocoran anggaran yang menyimpang atau dikorupsi. Kebocoran anggaran biasanya dimulai dari perencanaan. Ketika APBD direncanakan CBA sudah mulai masuk untuk melihat proyek proyek yang rasional dan irasional itu seperti apa ?

PERENCANAAN YANG BAIK TENTU HARUS BERKEADILAN UNTUK KESEJAHTERAAN DAN KEPENTINGAN MASYARAKAT LUAS DAN TRANSFARAN. PEMBAHASAN TERKAIT ANGGARAN BAIK APBD MAUPUN APBN SARAT DENGAN NUANSA POLITIKNYA.

“SEMUA MASALAH PEMBAHASAN ANGGARAN PEMERINTAH PASTI TERKAIT DENGAN DPRD BILA ITU PEMERINTAHAN DAERAH, DAN DPRRI BILA ITU PEMERINTAHAN PUSAT. NAH DALAM PEMBAHASAN ITU TENTU ADA DEAL DEAL ANGGARAN YANG BISA JADI BOCOR PERENCANAAN DAN PENGGUNAANNYA DILAPANGAN. UNTUK ITU CBA HADIR MENGAWASI, ITU SEMUA,” UNGKAP UCHOK.

Uchok menginginkan terkait kejujuran dalam tata kelola anggaran harus lebih transfaran dan kooperatif. Karena baik APBN dan APBD adalah uang yang didapat dari rakyat, milik rakyat dan dan harus sepenuhnya penggunaan di ketahui oleh masyarakat luas sebagai bentuk pertanggung jawabannya.

Ikhlas Karena Idealisme

Apa yang di lakukan Uchok dalam kegiatannya merupakan niat ibadah.Ia tidak peduli yang kadang hasil temuannya di manfaatkan pihak pihak tertentu. Yang terpenting baginya, apa yang di awasi sudah dilakukan untuk selanjutnya diserahkan pada pihak kejaksaan atau KPK untuk ditelisik lebih lanjut dalam proses hukum bila ada pelanggarannya.

Tujuannya mulia lain yang ada dimindset Uchok adalah untuk memperbaiki sistem sekaligus mendidik masyarakat agar negara tidak bangkrut dan memiliki hutang besar, yang ujung ujungnya malah menjadi menyengsarakan rakyat.

Mengawasi dan mengkontrol anggaran, tentu dekat dengan berbagai proyek, dan tidak menutup kemungkinan justru pengawas yang bertujuan mulia malah ikut bermain dan mendapat jatah. Menanggapi pertanyaan itu Ia hanya tersenyum sambil berkata , itu semua tergantung dan niat orangnya.

“Kalau pertanyaan itu untuk saya, lihatlah yang Saya punya apa. Alhamdulillah apa yang saya punya dan di dapat hingga kini,Insya Allah masih rejeki yang halal,” ujar Uchok apa adanya. Baginya idealisme juga bagian dari ibadah.Dengan idealisme yang ia miliki itulah apa yang dibangun justru bertambah eksis.

Banyak juga apa yang dilakukan CBA dalam hal controlling anggaran menguntungkan pihak pihak lain, namun Uchok tak mau ambil pusing dengan itu. Seringkali temuan yang di dapat di serahkan pada aparat hukum yang berkompeten tidak diteruskan dan berhenti ditengah jalan, yang bisa jadi itu dimainkan oleh oknum.

“BILA ADA PENGADUAN TERKAIT KEBOCORAN ANGGARAN DIPUSAT ATAU DIDAERAH, SEBAIKNYA KITA SAMA SAMA MENGADVOKASI. TUJUANNYA AGAR MUNCUL KEPERCAYAAN DITIAP PERMASALAHAN DARI DATA YANG DI ADUKAN,” UJAR UCHOK DIREKTUR CENTER FOR BUDGET ANALYSIS (CBA).

Diakui Uchok dalam berbagai kasus banyak sekali tawaran tawaran agar kasus proyek yang sedang dipantau dan diawasi tidak dipublikasikan hingga menjadi proses hukum. Namun itu semua tak digubrisnya. Menjadi seorang pengawas tentu harus memiliki mental bersih dan kuat, dimana itu yang menjadi benteng pertahan agar tak ikut terkontaminasi dilapangan.

Goals dan impian Uchok kedepan adalah bagaimana CBA bisa terus mengkontrol dan menata sistem ke uangan negara yang lebih baik dimasa mendatang,terutama penerimaan dari sektor pajak yang jadi primadona devisa negara dan bisa diketahui jelas kemana si pembayar pajak uangnya digunakan negara.

Goals dan rencana kedua adalah membangun kader kader baru sebagai aktivis pengawas anggaran didalam perjuangannya menganalisa anggaran menjadi lebih baik lebih baik di berbagai sektor keuangan- Semoga. (CHE)

Inovasi TTRP, PT Pertamina EP Asset 2 Limau Field Dorong Efisiensi Biaya Operasi Migas

Prabumulih

DemokrasiIndonesiapost.com| PT Pertamina EP asset 2 Limau Field tidak hanya melakukan inovasi, untuk meningkatkan proses megejar target produksi. Tapi juga mendorong efisiensi biaya operasi minyak dan gas (migas) yang diketahui sangat besar, salah satunya crew pekerja Limau field pada tahun 2018 ini telah membuat inovasi dengan melakukan efisiensi biaya operasi khususnnya pekerjaan well service inovasi di lakukan WOWS Limau Field membuat alat dinamakan TUBING TESTER ROD PUMP (TTRP).

Alat tersebut digunakan untuk pengetesan tubing dimana sebelumnya menggunakan metodhe dan peralatan konvensional membutuhkan waktu tambahan pekerjaan untuk masuk cabut tubing string minimal 10 jam”terang Field Meneger (FM) Limau M.NUR didampingi Asmen WOWS Nurhidayat saat di konfirmasi wartwan kemarin ( 26 /10 ).

Nur Menjelaskan alat ini pekerjaannya saat pressure test tubing dilakukan bersamaan pada saat rangkaian tubing akhir sebagai tempat dudukan dan mengalirkan fluida, “dari aspek langkah pekerjaan sebelum terciptanya pekerjaan alat ini, pekerjaan well service pada sumur dengan metodhe lifting rond pump memerlukan 7 step pekerjaan, akan tetapi setelah terciptanya alat TTRP step pekerjaan di minimalisir hanya menjadi 5 step saja “ungkapnya

selanjutnya keuntungan lain adalah tidak terjadi pencemaran akibat ceceran minyak dan air teproduksi yang di gunakan untuk melakukan pressure test tubing dengan metodhe sebelumnya menimbulkan pencemaran lingkungan. “dari segi keselamatan operasi well service jelas alat ini aman sekali untuk di gunakan, jika pada saat pekerjaan terjadi aliran dari sumur, maka maka pekerja dapat melakukan prosedur mematikan sumur sesuai dengan standar ” bebernya

sebutnya, inovasi di katakan berhasil jika memberikan keuntungan secara finansial, ” dengan pengunaan alat ini kita dapat melakukan efisiensi biaya sebesar Rp 28 juta untuk setiap pekerjaan well service ,pada sumur berproduksi sebesar 39 BOPD dan menggunakan Rig kontrak 350 HP “akunya

“”tambanya, keuntungan akan semakin bertamabah jika produksi sumur semakin besar dan kapasitas Rig yang digunakan juga besar ,sampai saat ini sudah dilakukan pemasangan pada 3 sumur san harapan kedepan bisa di pasang ke seluruh Field asset 2 sehingga sehingga dapat meng efisiensi sebesar RP. 27 miliar. Hasil inovasi TTRP Ini akan di ajukan, untuk mendapatkan Hak Paten sehingga Hasil Inovasi pekerja Limau Field terlindungi secara Hukum “” pungkasnya.

Pertamina EP Asset 2 Prabumulih Field Inovasi Baru “Well Head Lubricating System”

Prabumulih

Demokrasiindonesia-Field, satu lapangan produksi migas PT Pertamina EP (PEP) Asset 2 di Sumatera Selatan berhasil membukukan capaian positif hingga triwulan III tahun 2018 dengan produksi gas rata-rata sebesar 154 juta kaki kubik per hari atau 109% dari target 143.96 juta kaki kubik per hari. Raihan ini disampaikan oleh Prabumulih Field Manager PT Pertamina EP, Heragung Ujiantoro, ditunjang oleh giat inovasi yang aktif dilaksanakan di lapangan Prabumulih.

“Salah satu penemuan baru yang saat ini tengah diimplementasikan oleh tim kami secara mandiri adalah pembuatan well head lubricating system untuk sumur-sumur gas di Prabumulih Field,” ungkap Heragung dalam rapat koordinasi PEP Prabumulih Field untuk persiapan ajang Continues Improvement Program pada Sabtu (13/10).

Lebih lanjut, Heragung menjelaskan bahwa produksi gas dari PEP Prabumulih Field memasok gas untuk kelistrikan di Sumatera dan Jawa. Untuk itu, kehandalan fasilitas produksi gas menjadi salah satu perhatian utama yang terus kami tingkatkan melalui inovasi. Secara khusus, pihaknya juga membentuk tim Project Collaboration Improvement yang diberi nama Gas Poll New (PC-Prove Gas Poll) yang berasal dari Fungsi Gas Production Operation di bawah nakhoda Wangsit Sinung K selaku Assistant Manager.

PC-Prove Gas Poll yang diketuai oleh Yudi Hergantara melakukan inovasi dengan menciptakan alat yang disebut wellhead lubricating system. Wellhead lubcricating system merupakan rangkaian pipa yang dipasang di atas kepala sumur namun tanpa menutup kerangan utama dan kerangan sayap sehingga produksi tetap berjalan.

Dengan inovasi ini, tidak diperlukan lagi shutdown atau mematikan produksi sumur gas saat melakukan perawatan terhadap korosi intenal, sehingga dapat mengeliminasi production loss sumur gas sebesar dua milyar rupiah setiap bulan. “Ini adalah salah bukti kreasi pekerja PT Pertamina EP dan pengabdian PT Pertamina EP Prabumulih Field dalam menjaga ketahanan energi nasional,” pungkas Heragung.

Rencananya, PEP Prabumulih Field akan terus mengembangkan penemuan yang telah lulus inspeksi HSSE sejak Februari 2018 silam. “Saat ini telah ada tujuh sumur yang menggunakan wellhead lubcricating system. Penemuan ini juga akan kami ikutsertakan dalam ajang inovasi Continous Improvement Program Pertamina EP yang akan diselenggarakan pada 16 Oktober 2018 di Palembang nanti,” terang Heragung, yang juga optimis bahwa penemuan ini akan memberikan kontribusi pada ajang inovasi di tingkat nasional.

Proses ide dan pembuatan wellhead lubcricating system memakan waktu sekitar empat bulan, yang meliputi: desain, engineering, pengadaan material, fabrikasi, inspeksi dan tes operasi.

inovasi integrated Gas Monitoring Dan conditioning Pertamina EP Raih Kenaikan Revenue Rp 239 Milyar

PRABUMULIH
Demokrasiindonesiapost-PT Pertamina EP (PEP) Asset 2 di Provinsi Sumatera Selatan memfokuskan giat inovasi guna mendongrak capaian di tahun 2018. Upaya ini pun kemudian mulai berbuah manis, dimana salah satu inovasinya yakni Integrated Gas Monitoring dan Conditioning berhasil menaikkan revenue sebesar Rp239 miliar sejak diterapkan pada April 2018.
“Inovasi merupakan kegiatan yang terus dilaksanakan di Prabumulih Field, guna mencapai target produksi dan juga revenue dengan biaya yang seminim mungkin untuk mendatangkan hasil yang maksimal bagi negara,” ungkap Heragung Ujiantoro dalam Rapat Evaluasi Kinerja Triwulan III pada Selasa (23/10/2018).
Revenue gas TW III tahun 2017 tercatat sebesar Rp6.48 triliun, sementara untuk 2018 tercatat sebesar Rp7.7 triliun. Kenaikan ini pun terjadi signifikan setelah penerapan inovasi di bulan April 2018,”tambah Heragung.
PEP Prabumulih Field memegang peranan penting pada penyaluran gas di Sumatera Selatan dan Jawa Bagian Barat. Hal ini mengingat, posisi PEP Prabumulih Field bukan hanya sebagai salah satu produsen terbesar dari gas di Sumatera Selatan, melainkan juga memegang proses kendali penyaluran dari produsen-produsen gas lainnya yakni PEP Pendopo Field, PEP Adera Field, Medco Teras, Medco Rambutan, dan juga KSO Indrillco
“Optimalisasi gas selalu menjadi main concern kami, mengingat setiap konsumen memiliki spesifikasi kebutuhan tekanan gas yang berbeda-beda. Guna menghindari back pressure (tekanan balik), maka diperlukan smart system yang bisa mengontrol gas sehingga aliran gas dapat menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen dan meningkatkan revenuebagi perusahaan,” pungkas Heragung.
Sementara itu dari sisi konsumen, inovasi ini juga diungkap Heragung sebagai hal yang positif untuk menghindari kekurangan pasokan gas.
Wangsit Sinung K, Gas Production Assistant Manager PEP Prabumulih Field yang menjadi kepala dari tim inovasi gas menambahkan bahwa tahapan inovasi ini dimulai dari kegiatan identifikasi operasi plant, engineering, koordinasi dengan transporter – konsumen, SWOT analysis, modifikasi sistem control penyaluran gas, operasi, dan monitoring.
”Dalam kondisi sebelum optimalisasi, penyaluran gas untuk konsumen menggunakan flow controller dengan menggunakan sensing yang untuk safety operation LPG Plant Sumbagsel saja. Setelah dilakukan inovasi dengan membuat formula, sensing flow controller dapat memperhitungkan kondisi operasi dari beragam produsen gas. Selanjutnya, dengan membuat baseline percentage operasi flow controller, penyaluran gas ke konsumen PGN Jawa dan konsumen Sumbagsel dapat diatur sesuai kebutuhan dan juga target,” terang Wangsit.Konsumen utama gas dari Sumatera Selatan diketahui antara lain terdiri dari PT Pupuk Sriwidjaya, PT PGN untuk kelistrikan di Jawa, PT PLTG asrigita sampai gas kota Palembang dan prabumulih.

Jembatan Air Manau di Resmikan Wako Prabumulih

PRABUMULIH,

Demokrasiindonesiapost.com-Bentuk kepedulian PT Pertamina EP Asset 2 Prabumulih Field, kali ini perusahaan tumbuh bersama lingkungan membangun jembatan Air Manau di wilayah Kelurahan Sukaraja.

Peresmian jembatan ditandai dengan penandatanganan prasasti sekaligus pengguntingan pita oleh Wali Kota Prabumulih dan General Manager PT Pertamina EP Asset 2, Jumat (12/10/2018).

”Jembatan Air Manau merupakan akses penghubung beberapa kelurahan di Kota Prabumulih. Kami berharap dengan dibangunnya jalan ini dapat membantu dan memperlancar aktivitas Masyarakat,” ungkap A. Pujianto, General Manager Pertamina EP Asset 2 dalam sambutan persemian dari jembatan dengan spesifikasi panjang 14,7 meter dan lebar 7,8 meter.

A. Pujianto juga mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan Air Manau dilatarbelakangi oleh alasan peremajaan dari jembatan sebelumnya, sehingga seluruh pihak yang menggunakan akses jembatan dapat terjamin kenyamanan sekaligus keselamatannya. ”Kami juga mengharapkan kerja sama dari Masyarakat sekitar untuk bersama menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun sehingga kita semua mendapat manfaat yang maksimal dalam penggunaannya, harap Puji di hadapan masyarakat yang hadir dalam acara peresmian.

Sementara itu Wali Kota Prabumulih, Ir. H. Ridho Yahya, MM juga menyampaikan ungkapan terima kasih kepada PT Pertamina EP Asset 2. “Saya atas nama masyarakat mengucapkan ribuan terima kasih Berbicara Pertamina tak lepas dari Prabu, karena Prabumulih identik dengan Pertamina kota minyak,” ungkap Ridho.

Ridho Yahya juga mengingatkan masyarakat turun menjaga dan merawat kepedulian sosial yang telah diberikan oleh Pertamina EP, juga turut mendukung kegiatan operasinya. “Kalau Pertamina dirawat dan tidak diganggu maka CSR akan terus dikucurkan ke kota Prabumulih. Termasuk bangun rumah warga tak layak huni, pertamina terus melakukan. rumah kumuh di prabu tidak banyak lagi apalagi terus ditambah pertamina,” pungkas Wali Kota Prabmulih.

Dengan diresmikannya jembatan Air Manau, kini warga Kota Prabumulih dan seluruh masyarakat umum telah dapat melintasi jembatan yang ditutup sejak pengerjannya yang dimulai pada kurang lebih lima bulan silam. Jembatan dengan kualitas cor K-350 ini memiliki kapasitas tonase maksimal sebesar 150 ton memakan waktu pekerjaan sekitar 387 hari.(07)

Walikota Prabumulih Resmikan KA Prabujaya

PRABUMULIH,

Demokrasiindonesiapost.comSebagai kota perlintasan yang disibukkan dengan kegiatan ekonomi, pendidikan dan pemerintahan, Kota Prabumulih dinilai perlu didukung dengan moda transportasi massal yang memadai. Untuk itu, PT Kereta Api Indonesia (persero) Divre IIl Palembang meluncurkan Kereta Api (KA) Prabu Jaya.

Kehadiran angkutan massal ini diharapkan mampu melayani masyarakat dengan rute Kertapati-Prabumulih dan Prabumulih-Kertapati. Selain nyaman dan lebih ekonomis, sarana moda transportasi ini juga lebih aman dan bebas macet.

Wali Kota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM mengaku bangga dan mensuport penuh atas peluncuran KA Prabu Jaya. Dengan kehadiran kereta api tersebut merupakan solusi bagi Pemerintah Kota Prabumulih dalam memberikan pelayanan angkutan massal bagi masyarakat.

“Memang kita sudah ada angkutan Damri yang juga menjadi primadona bagi masyarakat Prabumulih. Apalagi dengan ditambahnya kereta api yang rutenya khusus Palembang-Prabumulih dan Prabumulih-Palembang. Tentunya akan menjadi nilai tambah bagi kita dalam hal pelayanan moda transportasi untuk masyarakat,” ujar Ridho usai meresmikan peluncuran Kereta Api Prabu Jaya di Stasiun Prabumulih, Selasa (02/10).

Menurut Ridho, moda transportasi massa memang sangat dibutuhkan masyarakat. Khususnya saat menjelang hari libur dan hari-hari besar. Tentunya, sarana transportasi yang aman dan nyaman menjadi pilihan bagi masyarakat.

“Kita berharap, PT KAI juga bisa memberikan pelayanan terbaiknya kepada penumpang. Kenyamanan dan keselamatan para penumpang harus diutamakan. Sehingga masyarakat betah dan tetap percaya menggunakan kereta api seterusnya,” ucapnya.

Sementara itu, EVP III Palembang, Hendy Helmy menjelaskan, adapun jadwal keberangkatan KA Prabu Jaya yakni Kertapati-Prabumulih pukul 06.20 wib sampai 07.45 wib dan Prabumulih-Kertapati 09.00 sampai 10.21 wib.

“Kereta api ini sudah beroperasi sejak tanggal 17 September 2018 lalu. Dan hari ini peresmiannya dilakukan di Prabumulih yang dilakukan langsung oleh Walikota Prabumulih,” ujarnya.

Lebih lanjut Hendy menjelaskan, peluncuran KA Prabu Jaya merupakan komitmen PT KAI (Persero) untuk terus memberikan peningkatan pelayanan bagi masyarakat Palembang, Prabumulih dan sekitarnya. KA Prabu Jaya juga merupakan alternatif pilihan selain KA Rajabasa, Bukit Serelo, Sidang Marga, Sriwijaya yang telah sekian lama menjadi kereta andalan warga Palembang dan sekitarnya.

“Untuk memperkenalkan KA Prabu Jaya sekaligus menarik minat masyarakat, PT KAI memberikan tarif promo Rp 45.000 untuk kelas eksekutif dan Rp 35.000 untuk kelas bisnis,” imbuhnya.

Adapun pelayanan yang ditawarkan KA Prabu Jaya terdiri dari 4 kereta kelas eksekutif, 3 kereta bisnis, dan 1 Kereta Makan dengan kapasitas 392 penumpang. Penumpang dapat menikmati faslitas berupa pendingin udara, TV dan toilet.

“Jarak tempuh kurang lebih sekitar 125 menit perjalanan dari Stasiun Kertapati ke Stasiun Prabumulih. Untuk pemesanan tiket bisa dilakukan di stasiun keberangkatan secara go show maupun secara online,” jelasnya. (07)