Pelantikan Ketua&Pengurus PWI Kota Prabumulih 2018-2021

PRABUMULIH

Demokrasiindonesiapost.com- Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Prabumulih masa bakti 2018-2021 akhirnya resmi dilantik.Mulwadi pun dinobatkan sebagai Ketua PWI kota Prabumulih..

Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua PWI Provinsi  Sumsel, yang di wakili oleh Sekretaris Firdaus Komar SPd, S.Si, di Gedung Kesenian Rumah Dinas (Rumdin) Walikota Prabumulih.Senin(19/11/18). Proses pelantikan tersebut kemudian dilanjutkan dengan membacaan Surat Keputusan serta penyerahan bendera pataka organisasi dari pengurus PWI sumsel ke Pengurus ketua PWI kota prabumulih yang baru,

Dalam sambutannya, Mulwadi menyampaikan agar kegiatan ini menjadi warna baru untuk dapat memberikan sumbangsih positif pada dunia pers. “Mudah-mudahan amanah yang diberikan kepada saya ini  ini dapat memotivasi kami untuk dapat menjalankan tugas-tugas ke depan sebaik mungkin” jelasnya.

Dalam kepengurusan ini, lanjut Mulwadi, pihaknya juga melibatkan unsur pemerintah dan unsur pimpinan media cetak,elektronik dan online, agar ke depan dapat semakin meningkatkan kinerja. Tentunya untuk memberikan informasi yang actual berimbang dan indipendent kepada masyarakat.

“Salah satu program yang harus segera di laksanakan sesuai dengan visi misi Ketua baru PWI Kota Prabumulih adalah dengan melaksanakan Uji Kompetensi Wartawan agar kualitas diri rekan-rekan wartawan juga semakin meningkat,” tuturnya..

Pada pelantikan tersebut juga turut dihadiri  Wali Kota Prabumulih,Kepala BBNK Prabumulih,Polres,TNI,PT.TEL,Gapensi,Hipmi,Kadin,Perwaklin ketua PWI seluruh kabupaten Kota Sesumatra selatan dan usur Muspida kota Prabumulih,H.Ir.Ridho Yahya pun berpesan agar Ketua PWI Kota Prabumulih masa bhakti 2018 – 2021 dapat menjadi contoh,

Contohnya saya sebagai Walikota, selalu berusaha sekuat tenaga berusaha berbuat untuk dapat di contoh. Antara perkataan dan perbuatan haruslah sama, agar dapat dipertanggung jawabkan, begitu juga ketua pwi yang baru, harus bisa memberikan contoh yang baik kepada anggota” bukan seperti katak dalam tempurung ungkap nya. .

“Pers adalah pilar demokrasi sehingga berita yang di tulis adalah berita yang sejuk dan terkonfirmasi agar tidak ada berita hoax yang dapat memperkeruh suasana” pers juga mempunyai peran penting dalam mendorong percepatan pembangunan. Oleh karena itu, lanjut dia, wajar jika pers mengkritik, asalkan kritik yang disampaikan pun harus kritik yang membangun ucapnya,(*)

Imigran gelap WNA Menjamur di BABEL

Pangkalpinang

Demokrasiindonesiapost.com– Kepala Imigrasi Kelas I Pangkalpinang, Aris Yuliansyah melalui Kasi Teknologi & Informasi/Humas, Iqbal Rifai menyampaikan ada 37 orang WNA (Thailand & Cina) yang sempat dipantau/diawasi oleh satuan tim Intel Dakim Imigrasi Kelas I Pangkalpinang.

Diakui Iqbal Rifai saat ini pihaknya sedang melakukan giat pengawasan orang asing di wilayah perairan Sungailiat, Kabupaten Bangka & Penganak, Kabupaten Bangka Barat.

Pihak Imigrasi Kelas I Pangkalpinang baru-baru ini berhasil mendeportasikan 15 orang TKA (Tenaga Kerja Asing), dari
37 orang warga negara asing (WNA), dan 2 orang diantaranya merupakan WNA asal negara Cina.

Ke 15 orang dideportasi ke negara asalnya (Thailand) lantaran dianggap telah melanggar Undang – Undang Keimigrasian lantaran keterangan jabatan pekerjaan tidak sesuai atau tidak sesuai dengan ijin tinggalnya.

“Jadi kronologisnya awalnya hari Sabtu tanggal 11 November 2018 tim Intel Dakim melakukan giat pengawasan orang asing di perairan Sungailiat Bangka. Saat itu pada 5 unit kapal isap produksi (KIP — red) petugas menemukan 10 orang WNA itu atau saat dilakukan pemeriksaan paspor berikut dokumen lainnya kedapatan tidak sesuai dengan jabatan pekerjaan bahkan sebagian tidak dapat menunjukan bukti paspor,” Ungkap Iqbal ketika ditemui Pewarta HPI Babel di ruang kerjanya, beberapa hari yang lalu (Jumat, 16/11/2018).

Lanjutnya, 5 WNA asal Thailand itu pun dideportasi ke negara asalnya, Selasa (13/11/2018) lalu, dan pada hari Jumat (16/11/2018) yang lalu, kembali Imigrasi Kelas I Pangkalpinang mendeportasi 10 orang WNA asal Thailand.

“Hari ini pun kami mendeportasi 10 orang WNA Thailand lagi untuk dipulangkan ke nsgara asalnya. Sedangkan sisanya 22 orang WNA lainnya rencananya pekan depan dideportasi,” tegasnya.

Dijelaskan oleh Iqbal Rifai bahwa sejumlah WNA Thailand yang bekerja di KIP tersebut sesungguhnya di bawah naungan bendera sejumlah perusahaan swasta yang bergerak di bidang penambangan timah di perairan laut Kepulauan Bangka Belitung.

Berdasarkan data-data yang diperoleh Pewarta HPI Babel dari pihak Imigrasi Kelas 1 Pangkalpinang, perusahaan KIP (Kapal Isap Produksi) mememang mempekerjakan para WNA Thailand itu, bahkan 10 orang WNA Thailand yang dideportasi Jumat (16/11/2018), diketahui masing-masing bekerja di sejumlah KIP yakni SOR Chokedee 1 di bawah bendera perusahaan (PT Sukses Indo Prima), KIP GELASA di bawah naungan PT Indeco Metal Jayando, KIP Trinusa 1 yakni PT Berdikari Investama dan KIP Tinindo 2 di bawah bendera PT Pelayaran Lomasta.

Lebih lanjut, Iqbal menegaskan dalam waktu dekat ini para penjamin WNA tersebut akan dilakukan pemeriksaan oleh pihaknya terkait kasus ini.

“Surat pemanggilan sudah kita layangkan kepada pihak-pihak penjamin WNA itu guna dilakukan pemeriksaan. Nah jika nanti ditemukan bukti kuat pelanggaran maka para penjamin bisa dijerat dengan ancaman sanksi pidana kurungan penjara lantaran melanggar UU Keimigrasian Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian,” tegasnya.

Terkait pemberitaan ini, Pewarta HPI Babel masih mengupayakan menghubungi pihak perusahaan yang mengelolah sejumlah KIP di perairan pulau Bangka (Bangka & Bangka Barat) untuk diminta konfimasinya.

Kini masyarakat Babel menunggu tindakan tegas dari pihak Imigrasi Kelas 1 Pangkalpinang kepada para penjamin, akankah sanksi itu ditegakkan, semoga hukum tidak tajam ke bawah.(*)

3 Pemuda Ngibon”,Tertangkap Mencuri Sangkar Burung

PRABUMULIH,

Demokrasiindonesiapost.com Nyaris diamuk masa 3 pemuda yang suka mengisap Ngibon(lem), yang diduga menjadi dalang pencurian 2 buah sankar burung kacer milik Sutejo bin Mulyono (48) warga jalan jendral Sudirman, depan Rumah Makan Siang Malam Cambai, Minggu ( 18/11/18),

ke 3 Orang tersebut AS (27) warga asal desa sukamerindu Lubai, Kabupaten Muaraenim. SW(25) warga gang surya, Kelurahan Pasar 1, Kecamatan Prabumulih barat dan MD (26) warga gang W. Hamin, Kelurahan Pasar 1 Kecamatan Prabumulih Barat.

Kelakuan tiga pencuri ini yang mencurigakan sempat dipergoki oleh korbannya sendiri. Namun nasib baik mereka berhasil kabur dan membawa lari dua buah sarang berikut burung yang berada di rumah korban. Selama pelarian, para tersangka terlebih dahulu menjual burung jenis Kacer hasil kejahatan di Sungai Medang dengan maksud menebus HP yang tergadai.

Naas bagi 3 pelaku tersebut karna Korban mengetahui ciri ciri wajah ketiga tersangka, lalu Sutejo melakukan pencarian. Akhirnya pelarian ketiganya harus terhenti di kawasan jalan angkatan 45 dekat Rumah Sakit Bunda, Sempat terjadi keributan antara korban dan 3 pelaku tersebut.

Untung Tim Opsnal Polsek Cambai datang ke TKP dan mengamankan 3 pelaku yang nyaris diamuk masa. Setelah itu pelaku digiring petugas ke Polsek Cambai guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Di tempat yang berbeda Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk SIK MH melalui Kapolsek Cambai Iptu Faizal Kamil, S.H membenarkan penangkapan 3 tersangka akibat melakukan tindak pidana pencurian.

“Kurang lebih pukul 05.00 pagi, Kita mendapat informasi para tersangka kasus pencurian ditangkap warga diwilayah dekat RS Bunda.Mendapatkan informasi tersebut,Team kita langsung terjun menuju TKP dan mengamankan 3 tersangka,” Ucap Iptu Faizal Kamil.

Masih Kata Iptu Faizal Kamil, Dari penangkapan itu, pihaknya berhasil mengamankan BB berupa 2 buah sangkar burung, sebilah senjata tajam jenis pisau, serta Satu unit sepeda motor jenis Revo warna hitam yang digunakan para pelaku untuk melancarkan aksi kejahatan nya.(*)

Rifki Baday Bekal Calon Di MUSDA KNPI Kota Prabumulih

PRABUMULIH

Demokrasiindonesiapost.com– Ketua KNPI Kota Prabumulih Arafik Zamhari mengkatakan dalam waktu dekat akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) guna memilih ketua baru masa bakti 2018-2021.

Musda tersebut harus segerah di laksanakan, Karena masa jabatan pengurus DPD KNPI Prabumulih yang diketuai oleh Arafik Zamhari telah berakhir sejak Juni 2018.

Ketua KNPI Prabumulih, Arafik Zamhari ketika dikonfirmasi mengatakan saat ini pihaknya tengah membentuk susunan panitia persiapan pelaksanaan Musda KNPI.

”Ucap pria jebolan UIN Raden Fatah Palembang ini.

Menurut Rafik, jika kepanitiaan telah terbentuk pihaknya segera berkoordinasi dengan DPD KNPI Provinsi Sumsel dan seluruh organisasi kepemudaan yang ada untuk penyelenggaraan kegiataan tersebut,” nanti setelah panitia terbentuk dan tanggal telah di pastikan, maka pengurus provinsi dan OKP akan kita undang,” ucapnya.

Ditanya apakah dirinya akan kembali menyalonkan diri pada Musda mendatang, Rafik menegaskan, dirinya belum terpikir untuk kembali maju dalam pemilihan mendatang.

”Kita kasih kesempatan pemuda- pemuda lain agar roda organisasi dan kaderisasi dapat lebih maju dan berinovasi kedepanya,” katanya.

Sementara, sejak beberapa bulan terakhir beredar nama yang digadang-gadangkan bakal menjadi calon kuat maju dalam perebutan Ketua KNPI Prabumulih mendatang. Nama tersebut salah satunya Rifki Badai, SH., M.Kn yang merupakan seorang Notaris muda yang tidak asing lagi di dengar namanya dalam kegiatan-kegiatan kepemudaan yang ada di Kota Prabumulih dan juga merupakan penasehat dari Gerakan Mahasiswa & Muda-mudi Prabumulih (GEMMAPRAH)

Ketua umum Febri Zulian selaku pembina muda Gemmapra mengatakan walaupun pihaknya tidak bisa ikut andil dalam Musda KNPI Kota Prabumulih, namun dirinya mengatakan bahwa KNPI hari ini harus mempunyai sosok seorang pemimpin yang bisa mengayomi pemuda. Disamping itu, mempunyai program kepemudaan yang baik sehingga bisa bersinergi dengan seluruh lapisan pemuda dan elemen organisasi manapun, bukan hanya sebagai organisasi yang hanya menghabis-habiskan anggaran.

“Dan saya pribadi menganggap Rifki Baday adalah sosok yang tepat untuk menjadi kandidat dalam pemilihan ketua DPD KNPI Prabumulih kedepan,” tutur Caleg Hanura nomor urut 7 Dapil III Prabumulih Timur.

sumber berita https://indikator.id

Pemusnahan Narkoba Oleh( BNN) Provinsi BABEL

BNN BABEL KOTA

Pangkalpinang

Demokrasiindonesi.com – Pemusnahan barang bukti Narkotika sebanyak 1,2 kilo gram (kg) narkotika jenis sabu oleh pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Selain disaksikan oleh instansi terkait seperti Kejaksaan tinggi (Kejati) Babel, Kepolisian Daerah (Polda) Babel, PT. Angkasa Pura, AVSEV, BNN Kota Pangkalpinang, Dinas Kesehatan Kepulauan Babel, KSOP Pangkalbalam, Relawan Anti Narkotika dan Para Pewarta Babel.

Dalam kesempatan itu Ketua HPI Babel Rikky Fermana, mewakili awak media yang hadir menjadi saksi pegetesan atau uji keaslian barang bukti Narkotika jenis Shabu sebelum dimusnahkan, tadi pagi Jumat (16/11/2018).

Tampak saat uji keaslian barang bukti jenis Shabu Ketua HPI Babel Rikky Fermana, didampingi Kepala Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Babel, AKBP Noer Iswanto dan kepala BNN Kepulauan Babel Brigjen Pol Drs Anang Hadiyanto.

Selain barang bukti shabu yang dimusnahkan, BNN Kepulauan Babel juga menghadirkan empat pelaku kejahatan narkoba.

Empat pelaku yang berhasil ditangkap oleh petugas dengan cara berbeda, ada yang menyimpan dalam kotak susu dalam kemasan paket yang dikirim melalui jasa ekpedisi.

Dan dua orang pelaku ketangkap di Bandara Depati Amir Pangkalpinang oleh petugas Bandara setelah informasi yang diterima barang bukti Shabu diketahui disimpan di di la tubuhnya dengan cara dimasukan dalam lobang anus pelaku.

Terkait hal ini, Ketua HPI Babel Rikky Fermana berpesan agar masyarakat pers harus peduli bersama-sama instansi di Babel untuk memerangi kejahatan Narkoba.

” Kejahatan Narkoba sudah menyerang dari segala lini, maka sudah saatnya para pewarta HPI Babel melawan kejahatan Narkoba dan harus menjadi agen pemerintah dalam memerangi kejahatan Narkoba ” ucap Rikky.

PDOS:Yakin Tulang Belulang yang Ditemukan Itu Sofyan

PALEMBANG,
DemokrasiIndonesiapost.com Komunitas Persatuan Driver Online Sumatera Selatan (PDOS) yang turut melakukan pencarian Sofyan (43), sopir taksi online yang dibunuh sempat melintasi lokasi penemuan rangka manusia terduga jenazah korban Sofyan. Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Selatan yang menemukan tulang belulang tersebut di area perkebunan sawit Desa Lakitan, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Sumsel, Rabu (14/11/2018).

“Karena waktu itu kondisinya sudah malam kami tidak terlihat, padahal kami lintasi bahkan sampai menuju perbatasan Jambi. Akhirnya kami menuju ke Lubuklinggau dan kami tidur di mobil menunggu pagi dan lanjut lagi menuju perbatasan Jambi,” ucap Ketua PDOS Edo.

Edo mendengar kabar jika Sofyan hilang dari petugas kepolisian. Kabar itu pun langsung menyebar ke seluruh group aplikasi Whatsapp para sopir online yang berada di Palembang.

Kondisi korban saat ditemukan, kata Edo, sudah tidak bisa dikenali karena hanya menyisahkan tulang belulang.

“Kondisinya sudah tidak bisa dikenali karena tinggal tulang belulang,” kata Edo.

Meskipun tak dapat lagi dikenali, Edo meyakini jika kerangka itu adalah Sofyan temanya lantaran pakaian yang ditemukan diantara tulang tersebut merupakan baju terakhir yang di pakai korban.

“Kalau melihat pakaiannya, kami yakin 100% itu Sofyan. Tetapi nanti masih akan tetap menunggu hasil tes DNA dari pihak kepolisian,” katanya.

Edo melanjutkan, sejak Sofyan hilang mereka dan teman teman sopir online ikut mencari keberadaan korban dengan menyisir seluruh wilayah Palembang bahkan hingga menuju ke perbatasan antara Sumsel dan propinsi Jambi.

Sekitar kurang lebih 30 anggota PDOS pun ikut membantu dengan sukarela untuk mencari rekan mereka yang hilang. Bahkan lokasi penemuan itu sempat mereka lewati sebelum akhirnya Sofyan ditemukan oleh petugas kepolisian.

Berbekal titik GPS terakhir dari handphone korban yang mengarah ke Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin, mereka terus menyusuri jalan, seperti memasuki kota Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Musirawas dan Lubuk Linggau.

Setiap lokasi yang mereka datangi, foto Sofyan pun disebar satu persatu kepada warga sekitar yang kita lalui.

“Dari awal titik akhirnya itu kami susuri terus, tapi tak juga membuahkan hasil. Dua hari yang lalu akhirnya kami hentikan pencarian dan menunggu hasil dari petugas kepolisian,”kata Edo.(*)

KPK:Penyebab Banyak Kepala Daerah Melakukan Korupsi

NASIONAL,
DemokrasiIndonesia.com – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah mengatakan salah satu penyebab maraknya kasus korupsi yang dilakukan kepala daerah adalah pengawasan di tingkat daerah yang tidak efektif.
“Banyak kami temui kasusnya, karena inspektorat setempat yang fungsi utamanya adalah melakukan pengawasan dan pembinaan merasa segan, karena yang diawasi adalah atasannya sendiri,” kata Febri , Rabu, 14 November 2018.
Padahal, Febri melanjutkan, seharusnya inspektorat bisa lebih independen agar fungsi pengawasan dan pembinaan yang merupakan tugas pokok dan fungsi dari inspektorat dapat berjalan lancar.
Febri mengatakan pimpinan KPK telah bertemu dengan Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan instansi terkait untuk membahas revitalisasi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).
KPK berharap inspektorat tidak lagi segan dan tidak terhambat lagi untuk mengawasi Gubernur, wali kota atau bupati. Sebab, undang-undang mengatur status mereka independen dan bertanggung jawab bukan kepada atasan langsung, dalam hal ini Guburnur,wali kota atau bupati.
“Saat ini KPK sudah memproses sekitar 102 berkas kepala daerah. Hasil identifikasi kami banyaknya kepala daerah diproses secara hukum karena lemahnya pengawasan dari inspektorat,” lanjut Febri.
Selain soal revitalisasi APIP, Febri juga mengatakan, pihaknya terus mendorong Kementerian Hukum dan HAM agar segera menyelesaikan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pengendalian Gratifikasi.
“Jadi pengendalian gratifikasi akan lebih sistematis nantinya, termasuk pada pihak korporasi. Karena bukan hanya mencegah para pejabat untuk menerima, tetapi juga memastikan mencegah korporasi untuk tidak memberi kan uang fee dalam melakukan tender proyek yang ada di pemerintahan,” kata jubir KPK Febri.(*)

Residivis Kasus Narkoba, Ditangkap Usai Keluar Penjara

PERABUMULIH,

DemokrasiIndonesiapost- Residivis kasus narkoba SM (47), Pria yang baru keluar dari tahanan Lembaga permasyarakatan karna Kasus Narkoba, kini tertangkap kembali oleh Team pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNNK) Kota Prabumulih karena kasus yang sama Narkoba jenis sabu-sabu, Minggu (11/11/2018) sekitar pukul 10.00 Wib.

“Team Pemberantasan (BNNK) Prabumulih mendapat informasi dari masyarakat di jalan Shinta kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara, diduga transaksi peredaran gelap Narkotika jenis sabu-sabu, mendapat laporan tersebut.Team Brantas (BNNK) langsung melakukan penggerebekan di rumah tersangka, saat penggerebekan pelaku langsung mengunci pintu rumah agar dapat mengilangkan barang bukti dengan cara membakar Narkotika jenis sabu-sabu.kata kasi berantas Gamal,

Kepala( BNNK) Ibnu Mundzakir menyebutkan, Team Berantas menemukan sabu-sabu seberat 3,51 gram di atas kompor gas yang sedang di bakar oleh tersangka guna menghilangkan barang bukti, satu perangkat alat hisap, satu buah handphone merk Advan, beserta Sim card, satu buah kompor gas merk Rinnai, satu buah gunting dari dalam kamar mandi rumah tersangka SM.

“ Saat melakukan Penggerebekan Team (BNNK) Mengajak ketua RT setempat sebagai saksi untuk di lakukan penggeledahan di dalam rumah tersebut, ” ujar Ibnu Mundzakir saat Kompersi pers rabu (14/11/18).

Tak puas sampai di situ,(BNNK)Prabumulih melanjutkan menginterogasi tersangka SM, terkait dari mana barang tersebut di dapatkan dan siapa saja sabu-sabu itu di perjual belikan. Kepada Team Berantas, SM mengakui sabu-sabu tersebut di dapatkanya dari tersangka ED (DPO) yang merupakan warga Desa air hitam Kabupaten PALI ucapnya,

Merasa tidak perna jera”,kini Residivis kasus narkoba SM yang baru saja keluar dari penjara satu bulan lalu, kini harus kembali merasakan mendekam di sel tahanan. Dirinya terancam dengan pasal 112 ayat (1) dan 127 ayat (1) terkait peredaran narkoba jenis sabu-sabu, dengan ancaman kurungan minimal 5 tahun Penjara,kata kepala (BNNK) Prabumulih,(*)

Usai Dilantik DPW HPI Babel & IMO-Indonesia Gelar Diskusi

Babel,

DemokrasiIndonesiapost.com Selasa 13 November 2018. Pasca pelantikan DPW HPI & IMO-Indonesia menggelar acara Diskusi Panel dengan tema ”Kontribusi Media Masa, Perlindungan Pers dan Pembangunan Daerah. Ujar Sdr Rikky Permana, S.Ipuri DPW HPI & IMO-Indonesia selasa 13/11 siang kepada awak media.

Lebih Lanjut Sdr Rikky menuturkan bahwa panel diskusi ini dilakukan dalam kontek pemahaman UUD ITE, UU 40 dengan nara Sumber Kabid Humas Polda Bangka Belitung AKBP Maladi, SH, Ketua HPI Maskur Husain, SH, Dewan Pembina HPI & IMO-Indonesia Dr Yuspan Zaluku, SH ., MH dan Tjandra Setiadji, SH., MH yang dimoderatori oleh Syahril Sahidir dari ceo Babel Pos Group Jawa Pos

Antusian dari Audiensi sangat nampak dalam diskusi panel dengan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan dengan baik dan lugas dari berbagai sumber, yang disampaikan dapat memberikan wawasan dan menjadi hari di hari pertama HPI & IMO-Indonesia berkibar di Negri Serumpun sebalai ini pungkas Sdr Rikky. (*)