Insert Text Here

Uncategorized

MBG Dihentikan Sementara, APJI Prabumulih Tetap Serap Produk UMKM, Ribuan Paket Tempe Dibagikan ke Panti Asuhan dan Masyarakat

PRABUMULIH – Penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat libur sekolah tidak membuat para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mitra dapur di kota Prabumulih kehilangan pasar.

Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap para pemasok, pihak yayasan bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Kota Prabumulih tetap menyerap produk yang telah dipesan dan mendistribusikannya kepada masyarakat.

Ketua DPC APJI Kota Prabumulih, Hj Mariana, melalui Sekretaris DPC APJI Prabumulih, Dina Dwi Putri, S.Pd menjelaskan, sejumlah bahan pangan, khususnya tempe, telah dipesan kepada UMKM sejak empat hari sebelumnya (H-4) sesuai mekanisme operasional dapur MBG.

Karena pesanan yang sudah masuk tidak memungkinkan untuk dibatalkan, sambung dia, pihaknya mengambil langkah agar para pelaku UMKM tidak mengalami kerugian.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Prabumulih Terima Kunjungan Kerja Pimpinan DPRD OKU Timur

“Tempe itu pemesanannya H-4, jadi kalau sudah dipesan tidak bisa dibatalkan. Karena itu kami sebagai mitra yayasan bertanggung jawab agar UMKM tidak merasa dirugikan akibat penghentian sementara program MBG,” ujar Mariana diwawancarai di lokasi pembagian di Simpang Patung Kuda Prabumulih, Selasa (23/6/2026).

Produk-produk tersebut berasal dari sejumlah UMKM yang berada di sekitar area dapur MBG, khususnya di wilayah Prabumulih Timur, seperti Kelurahan Arimbi Jaya, dan Karang Raja.

Sebagai solusi, perempuan yang akrab disapa Rian Widot ini, hasil produksi UMKM yang sebelumnya dipersiapkan untuk program MBG kemudian disalurkan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial.

Sebagian dibagikan ke panti asuhan, sementara sisanya didistribusikan kepada masyarakat di pedesaan maupun pengguna jalan.

BACA JUGA :  Ketua KONI Empat Lawang,,Hidayat Muhammad Resmi Membuka Turnamen Voli Antar Pelajar Tingkat Kabupaten

“Ini bukan dalam rangka kegiatan tertentu, tetapi sebagai bentuk kepedulian agar produk UMKM yang sudah diproduksi tetap tersalurkan dan tidak mubazir,” jelasnya.

Proses pendistribusian dilakukan secara bertahap selama beberapa hari. Pada tahap awal, paket makanan disalurkan ke panti asuhan. Selanjutnya, pembagian dilakukan kepada masyarakat di sejumlah titik jalan raya.

Kegiatan distribusi tersebut telah dimulai sejak Minggu dan berlanjut hingga Senin, Selasa, dan Rabu. Langkah ini diharapkan dapat membantu para pelaku UMKM tetap memperoleh pendapatan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Selain menjaga keberlangsungan usaha para mitra pemasok, kegiatan sosial ini juga menjadi bentuk komitmen yayasan dalam mendukung pemberdayaan UMKM lokal di tengah adanya penyesuaian pelaksanaan program MBG. (*)