Kampung BSPS Kabupaten Jombang Diresmikan

Jakarta

DemokrasiIndonesiapost.com– Peningkatan kualitas rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di seluruh Indonesia menjadi fokus Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Salah satunya dilakukan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau Rumah Swadaya. Program BSPS dilakukan dengan memberikan dana stimulan dan untuk perbaikan rumahnya dilakukan secara gotong royong.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan Program Rumah Swadaya merupakan salah satu instrumen Kementerian PUPR untuk mencapai target Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo pada 29 April 2015. “Program Satu Juta Rumah sebagai bagian dari penjabaran Nawacita dalam pembangunan nasional,” kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

Salah satu lokasi pelaksanaan Program BSPS tahun 2018 adalah di Desa Tanjung Wadung, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur dengan jumlah rumah yang diperbaiki sebanyak 153 unit. Setiap rumah mendapatkan dana stimulan untuk peningkatan kualitas rumah sebesar Rp 15 juta.

“Hal ini merupakan bukti nyata bahwa Pemerintah hadir dalam penyediaan hunian yang layak bagi MBR. Kami harapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman,”ujar Dirjen Penyediaan Perumahan Khalawi AH pada saat peresmian Kampung BSPS di Desa Tanjung Wadung yang dihadiri oleh anggota DPR RI Sadarestuwati dan Wakil Bupati Jombang Sumrambah.

Pada tahun 2018, Program BSPS dikembangkan menjadi bagian Program Padat Karya Tunai dimana komponen dana bantuan tidak hanya belanja material dan peralatan namun juga terdapat komponen upah. Program BSPS di Provinsi Jawa Timur mencakup 11.564 unit rumah melalui BSPS reguler 9.400 unit dan BSPS NAHP (National Affordable Housing Program) sebanyak 2.164 unit yang tersebar di 22 Kabupaten/Kota.

Program Padat Karya Tunai lainnya yang dilakukan oleh Ditjen Penyediaan Perumahan adalah Program Rumah Khusus yang diperuntukan bagi nelayan, masyarakat perbatasan, korban konflik, petugas pemerintah yang bekerja di daerah terpencil. Salah satunya adalah pembangunan 50 unit rumah khusus di desa pisang Kecamatan Patian Rowo, Kabupaten Nganjuk yang diperuntukan bagi korban konflik dimana sudah rampung dikerjakan. Biaya pembangunan sebesar Rp 4,81 miliar.

Program Padat Karya Tunai Kementerian PUPR yang dilakukan Ditjen Penyediaan Perumahan terdiri dari Program BSPS sebesar Rp 3,6 triliun yang dilaksanakan di 5.585 kelurahan/desa diman sebesar 14% atau Rp 536 miliar merupakan komponen upah. Sementara program rumah khusus dianggarkan sebesar Rp 700 miliar dimana 20% atau Rp 140 miliar dialokasikan untuk upah.

Penyerapan tenaga kerja melalui kedua program ini sebanyak 127.964 tenaga kerja yang terdiri dari 122.240 tenaga kerja dengan jumlah Hari Orang Kerja (HOK) sebanyak 2.308.334 melalui kegiatan BSPS dan 5.724 tenaga kerja dengan jumlah HOK sebanyak 737.720 melalui kegiatan Rumah Khusus. Hal ini akan meningkatkan perputaran uang dan mengurangi pengangguran di desa. (*)

Cara Produksi Liquid Vape Ekstasi Buatan Kartel Reborn Cartel

JAKARTA DemokrasiIndonesiapost.com-Kasubdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvjin Simanjuntak menjelaskan cara sindikat narkoba “Reborn Cartel” memproduksi dan mengedarkan liquid vape “Illusion” yang mengandung pil ekstasi. Sindikat tersebut membagi tiga lokasi dalam proses pembuatan narkoba jenis liquid Illusion.

Terkait pengungkapan kasus ini, polisi telah meringkus 18 tersangka termasuk pasangan suami-istri berinisial TY (28) dan DW (25).

“Kami menemukan tiga lokasi, yang pertama adalah tempat ini adalah laboratorium di. Fungsinya adalah memproses, memproduksi hasil hasil produksi dan meracik di tempat ini,” ucap Calvjin Simanjuntak di laboratrium liquid vape illusion di Jalan Janur Elok, Kelapa Gading, Jakarta Timur, Kamis (8/11/2018).

Calvjin menerangkan, para tersangka kemudian mengirimkan cairan yang mengandung ekstasi itu ke tempat ke dua yang berada di salah satu unit Apartemen Paladian, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Di dua lokasi itu, para tersangka memasukan cairan narkoba ke dalam botol berukuran 5 milimeter. Selanjutnya, botol-botol yang telah terisi kemudian di beri label ‘illusion’ dengan tujuan mempercantik kemasan liquid itu.

“Jadi produk yang diracik dan dimasukan dalam botol diberi label hologram itu tempatnya di TKP kedua yaitu apartemen Palagian,” jelasnya.

Calvjin menyebut para tersangka kemudian kembali mengirimkan ke lokasi ketiga lain, salah satunya adalah unit apartemen Basura di Jatinegara, Jakarta Timur. Di tempat itulah, botol-botol di kemas di dalam kardus-kardus kecil sehingga siap untuk dikirim ke pelanggan yang akan memesan.

“Mempack (mengemas) sesuai dengan ukurannya. Jadi di TKP Basura itu banyak sekali kotak yang disiapkan sesuai dengan ukuran dan jumlah botol pemesan. Misalkan dua botol itu mungkin ukuran sedang, 10 botol ukuran kecil dan seterusnya,” ujar Calvjin.

Lebih jauh, Calvjin menambahkan, dalam memperjualbelikan liquid tersebut para tersangka menjual satu botolnya dengan kisaran harga Rp350 ribu hingga Rp400 ribu. Liquid berukuran 5 mililiter dan dalam mengantarkan pesanan, para tersangka menggunakan transportasi online dan jasa ekspedisi.

“Harganya Rp 350-450. Pemesanannya juga berlangsung secara online dengan pendistribusian dengan dua cara. Yang pertama didistrubusikan dengan jasa ojek online dan yang kedua pendistribusiannya dengan menggunakan jasa ekspedisi,” tandas Calvjin.(*)

Kementerian PUPR Lelang Dini 3.926 Paket Senilai Rp.32.61 Triliun

Jakarta

Demokrasiindonesiapost- Untuk mempercepat realisasi pelaksanaan kegiatan tahun 2019 tersebut, Kementerian PUPR memulai proses lelang dini pada November 2018. Sebanyak 3.926 paket senilai Rp 32,61 triliun siap dilelang. Jumlah tersebut adalah 39% dari 80% Pagu Pengadaan Kementerian PUPR.

Dalam memulai lelang dini, Menteri Basuki menyampaikan arahannya yakni mulai lebih awal, penganggaran dilakukan secara efektif dan efisien mengacu pada value for money, pelelangan dilakukan secara adil, tidak diskrimatif dan bersaing. Kemudian Pokja harus kredibel/profesional, dapat dipercaya, cepat dan jangan takut melangkah.

“Keberadaan ULP/Pokja menjadi simpul penting untuk mencapai target pelelangan dini tahun 2019. ULP/Pokja harus bekerja secara efektif dan efisien dengan mengetahui kebutuhan, tepat mutu, manfaat yang optimal, dan sesuai harga pasar. Pada tahun 2019, dari Rp 110,7 triliun, sebesar 84,6% atau senilai Rp 75,73 triliun merupakan belanja modal dan sekitar 16,2% belanja barang yang mayoritasnya berkarakter modal,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Kementerian PUPR tahun 2018, di Jakarta, Senin (5/11/2018).

Dihadapan para pejabat tinggi madya, Kepala Balai/Balai Besar dan pejabat pratama, Menteri Basuki juga mengingatkan untuk menjauhi praktik koruptif, kolusi dan nepotisme. Hal tersebut sesuai arahan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas Kabinet bahwa praktik-praktik proyek yang di-ijonkan, penggelembungan harga atau mark up, praktik suap, modus kongkalikong dengan vendor dan lelang fiktif dengan manipulasi dokumen dan pemenang pengadaan, tidak boleh terjadi lagi.

Paket lelang dini tersebut terdiri dari 4 paket di Sekretariat Jenderal, 66 paket di Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA), 3.446 paket di Ditjen Bina Marga, 84 paket di Ditjen Cipta Karya, 314 paket di Ditjen Penyediaan Perumahan, 5 paket di Ditjen Pembiayaan Perumahan, dan 7 paket di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM).

Dalam kesempatan tersebut Menteri Basuki juga menyampaikan bahwa pada tahun 2019, Kementerian PUPR fokus pada penyelesaian tugas, termasuk tugas khusus penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN), rehabilitasi dan rekonstruksi daerah bencana di NTB dan Sulawesi Tengah, pembangunan pasar dan sarana pendidikan. (*)

Inovasi TTRP, PT Pertamina EP Asset 2 Limau Field Dorong Efisiensi Biaya Operasi Migas

Prabumulih

DemokrasiIndonesiapost.com| PT Pertamina EP asset 2 Limau Field tidak hanya melakukan inovasi, untuk meningkatkan proses megejar target produksi. Tapi juga mendorong efisiensi biaya operasi minyak dan gas (migas) yang diketahui sangat besar, salah satunya crew pekerja Limau field pada tahun 2018 ini telah membuat inovasi dengan melakukan efisiensi biaya operasi khususnnya pekerjaan well service inovasi di lakukan WOWS Limau Field membuat alat dinamakan TUBING TESTER ROD PUMP (TTRP).

Alat tersebut digunakan untuk pengetesan tubing dimana sebelumnya menggunakan metodhe dan peralatan konvensional membutuhkan waktu tambahan pekerjaan untuk masuk cabut tubing string minimal 10 jam”terang Field Meneger (FM) Limau M.NUR didampingi Asmen WOWS Nurhidayat saat di konfirmasi wartwan kemarin ( 26 /10 ).

Nur Menjelaskan alat ini pekerjaannya saat pressure test tubing dilakukan bersamaan pada saat rangkaian tubing akhir sebagai tempat dudukan dan mengalirkan fluida, “dari aspek langkah pekerjaan sebelum terciptanya pekerjaan alat ini, pekerjaan well service pada sumur dengan metodhe lifting rond pump memerlukan 7 step pekerjaan, akan tetapi setelah terciptanya alat TTRP step pekerjaan di minimalisir hanya menjadi 5 step saja “ungkapnya

selanjutnya keuntungan lain adalah tidak terjadi pencemaran akibat ceceran minyak dan air teproduksi yang di gunakan untuk melakukan pressure test tubing dengan metodhe sebelumnya menimbulkan pencemaran lingkungan. “dari segi keselamatan operasi well service jelas alat ini aman sekali untuk di gunakan, jika pada saat pekerjaan terjadi aliran dari sumur, maka maka pekerja dapat melakukan prosedur mematikan sumur sesuai dengan standar ” bebernya

sebutnya, inovasi di katakan berhasil jika memberikan keuntungan secara finansial, ” dengan pengunaan alat ini kita dapat melakukan efisiensi biaya sebesar Rp 28 juta untuk setiap pekerjaan well service ,pada sumur berproduksi sebesar 39 BOPD dan menggunakan Rig kontrak 350 HP “akunya

“”tambanya, keuntungan akan semakin bertamabah jika produksi sumur semakin besar dan kapasitas Rig yang digunakan juga besar ,sampai saat ini sudah dilakukan pemasangan pada 3 sumur san harapan kedepan bisa di pasang ke seluruh Field asset 2 sehingga sehingga dapat meng efisiensi sebesar RP. 27 miliar. Hasil inovasi TTRP Ini akan di ajukan, untuk mendapatkan Hak Paten sehingga Hasil Inovasi pekerja Limau Field terlindungi secara Hukum “” pungkasnya.

Pertamina EP Asset 2 Prabumulih Field Inovasi Baru “Well Head Lubricating System”

Prabumulih

Demokrasiindonesia-Field, satu lapangan produksi migas PT Pertamina EP (PEP) Asset 2 di Sumatera Selatan berhasil membukukan capaian positif hingga triwulan III tahun 2018 dengan produksi gas rata-rata sebesar 154 juta kaki kubik per hari atau 109% dari target 143.96 juta kaki kubik per hari. Raihan ini disampaikan oleh Prabumulih Field Manager PT Pertamina EP, Heragung Ujiantoro, ditunjang oleh giat inovasi yang aktif dilaksanakan di lapangan Prabumulih.

“Salah satu penemuan baru yang saat ini tengah diimplementasikan oleh tim kami secara mandiri adalah pembuatan well head lubricating system untuk sumur-sumur gas di Prabumulih Field,” ungkap Heragung dalam rapat koordinasi PEP Prabumulih Field untuk persiapan ajang Continues Improvement Program pada Sabtu (13/10).

Lebih lanjut, Heragung menjelaskan bahwa produksi gas dari PEP Prabumulih Field memasok gas untuk kelistrikan di Sumatera dan Jawa. Untuk itu, kehandalan fasilitas produksi gas menjadi salah satu perhatian utama yang terus kami tingkatkan melalui inovasi. Secara khusus, pihaknya juga membentuk tim Project Collaboration Improvement yang diberi nama Gas Poll New (PC-Prove Gas Poll) yang berasal dari Fungsi Gas Production Operation di bawah nakhoda Wangsit Sinung K selaku Assistant Manager.

PC-Prove Gas Poll yang diketuai oleh Yudi Hergantara melakukan inovasi dengan menciptakan alat yang disebut wellhead lubricating system. Wellhead lubcricating system merupakan rangkaian pipa yang dipasang di atas kepala sumur namun tanpa menutup kerangan utama dan kerangan sayap sehingga produksi tetap berjalan.

Dengan inovasi ini, tidak diperlukan lagi shutdown atau mematikan produksi sumur gas saat melakukan perawatan terhadap korosi intenal, sehingga dapat mengeliminasi production loss sumur gas sebesar dua milyar rupiah setiap bulan. “Ini adalah salah bukti kreasi pekerja PT Pertamina EP dan pengabdian PT Pertamina EP Prabumulih Field dalam menjaga ketahanan energi nasional,” pungkas Heragung.

Rencananya, PEP Prabumulih Field akan terus mengembangkan penemuan yang telah lulus inspeksi HSSE sejak Februari 2018 silam. “Saat ini telah ada tujuh sumur yang menggunakan wellhead lubcricating system. Penemuan ini juga akan kami ikutsertakan dalam ajang inovasi Continous Improvement Program Pertamina EP yang akan diselenggarakan pada 16 Oktober 2018 di Palembang nanti,” terang Heragung, yang juga optimis bahwa penemuan ini akan memberikan kontribusi pada ajang inovasi di tingkat nasional.

Proses ide dan pembuatan wellhead lubcricating system memakan waktu sekitar empat bulan, yang meliputi: desain, engineering, pengadaan material, fabrikasi, inspeksi dan tes operasi.

inovasi integrated Gas Monitoring Dan conditioning Pertamina EP Raih Kenaikan Revenue Rp 239 Milyar

PRABUMULIH
Demokrasiindonesiapost-PT Pertamina EP (PEP) Asset 2 di Provinsi Sumatera Selatan memfokuskan giat inovasi guna mendongrak capaian di tahun 2018. Upaya ini pun kemudian mulai berbuah manis, dimana salah satu inovasinya yakni Integrated Gas Monitoring dan Conditioning berhasil menaikkan revenue sebesar Rp239 miliar sejak diterapkan pada April 2018.
“Inovasi merupakan kegiatan yang terus dilaksanakan di Prabumulih Field, guna mencapai target produksi dan juga revenue dengan biaya yang seminim mungkin untuk mendatangkan hasil yang maksimal bagi negara,” ungkap Heragung Ujiantoro dalam Rapat Evaluasi Kinerja Triwulan III pada Selasa (23/10/2018).
Revenue gas TW III tahun 2017 tercatat sebesar Rp6.48 triliun, sementara untuk 2018 tercatat sebesar Rp7.7 triliun. Kenaikan ini pun terjadi signifikan setelah penerapan inovasi di bulan April 2018,”tambah Heragung.
PEP Prabumulih Field memegang peranan penting pada penyaluran gas di Sumatera Selatan dan Jawa Bagian Barat. Hal ini mengingat, posisi PEP Prabumulih Field bukan hanya sebagai salah satu produsen terbesar dari gas di Sumatera Selatan, melainkan juga memegang proses kendali penyaluran dari produsen-produsen gas lainnya yakni PEP Pendopo Field, PEP Adera Field, Medco Teras, Medco Rambutan, dan juga KSO Indrillco
“Optimalisasi gas selalu menjadi main concern kami, mengingat setiap konsumen memiliki spesifikasi kebutuhan tekanan gas yang berbeda-beda. Guna menghindari back pressure (tekanan balik), maka diperlukan smart system yang bisa mengontrol gas sehingga aliran gas dapat menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen dan meningkatkan revenuebagi perusahaan,” pungkas Heragung.
Sementara itu dari sisi konsumen, inovasi ini juga diungkap Heragung sebagai hal yang positif untuk menghindari kekurangan pasokan gas.
Wangsit Sinung K, Gas Production Assistant Manager PEP Prabumulih Field yang menjadi kepala dari tim inovasi gas menambahkan bahwa tahapan inovasi ini dimulai dari kegiatan identifikasi operasi plant, engineering, koordinasi dengan transporter – konsumen, SWOT analysis, modifikasi sistem control penyaluran gas, operasi, dan monitoring.
”Dalam kondisi sebelum optimalisasi, penyaluran gas untuk konsumen menggunakan flow controller dengan menggunakan sensing yang untuk safety operation LPG Plant Sumbagsel saja. Setelah dilakukan inovasi dengan membuat formula, sensing flow controller dapat memperhitungkan kondisi operasi dari beragam produsen gas. Selanjutnya, dengan membuat baseline percentage operasi flow controller, penyaluran gas ke konsumen PGN Jawa dan konsumen Sumbagsel dapat diatur sesuai kebutuhan dan juga target,” terang Wangsit.Konsumen utama gas dari Sumatera Selatan diketahui antara lain terdiri dari PT Pupuk Sriwidjaya, PT PGN untuk kelistrikan di Jawa, PT PLTG asrigita sampai gas kota Palembang dan prabumulih.

Walikota Prabumulih Resmikan KA Prabujaya

PRABUMULIH,

Demokrasiindonesiapost.comSebagai kota perlintasan yang disibukkan dengan kegiatan ekonomi, pendidikan dan pemerintahan, Kota Prabumulih dinilai perlu didukung dengan moda transportasi massal yang memadai. Untuk itu, PT Kereta Api Indonesia (persero) Divre IIl Palembang meluncurkan Kereta Api (KA) Prabu Jaya.

Kehadiran angkutan massal ini diharapkan mampu melayani masyarakat dengan rute Kertapati-Prabumulih dan Prabumulih-Kertapati. Selain nyaman dan lebih ekonomis, sarana moda transportasi ini juga lebih aman dan bebas macet.

Wali Kota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM mengaku bangga dan mensuport penuh atas peluncuran KA Prabu Jaya. Dengan kehadiran kereta api tersebut merupakan solusi bagi Pemerintah Kota Prabumulih dalam memberikan pelayanan angkutan massal bagi masyarakat.

“Memang kita sudah ada angkutan Damri yang juga menjadi primadona bagi masyarakat Prabumulih. Apalagi dengan ditambahnya kereta api yang rutenya khusus Palembang-Prabumulih dan Prabumulih-Palembang. Tentunya akan menjadi nilai tambah bagi kita dalam hal pelayanan moda transportasi untuk masyarakat,” ujar Ridho usai meresmikan peluncuran Kereta Api Prabu Jaya di Stasiun Prabumulih, Selasa (02/10).

Menurut Ridho, moda transportasi massa memang sangat dibutuhkan masyarakat. Khususnya saat menjelang hari libur dan hari-hari besar. Tentunya, sarana transportasi yang aman dan nyaman menjadi pilihan bagi masyarakat.

“Kita berharap, PT KAI juga bisa memberikan pelayanan terbaiknya kepada penumpang. Kenyamanan dan keselamatan para penumpang harus diutamakan. Sehingga masyarakat betah dan tetap percaya menggunakan kereta api seterusnya,” ucapnya.

Sementara itu, EVP III Palembang, Hendy Helmy menjelaskan, adapun jadwal keberangkatan KA Prabu Jaya yakni Kertapati-Prabumulih pukul 06.20 wib sampai 07.45 wib dan Prabumulih-Kertapati 09.00 sampai 10.21 wib.

“Kereta api ini sudah beroperasi sejak tanggal 17 September 2018 lalu. Dan hari ini peresmiannya dilakukan di Prabumulih yang dilakukan langsung oleh Walikota Prabumulih,” ujarnya.

Lebih lanjut Hendy menjelaskan, peluncuran KA Prabu Jaya merupakan komitmen PT KAI (Persero) untuk terus memberikan peningkatan pelayanan bagi masyarakat Palembang, Prabumulih dan sekitarnya. KA Prabu Jaya juga merupakan alternatif pilihan selain KA Rajabasa, Bukit Serelo, Sidang Marga, Sriwijaya yang telah sekian lama menjadi kereta andalan warga Palembang dan sekitarnya.

“Untuk memperkenalkan KA Prabu Jaya sekaligus menarik minat masyarakat, PT KAI memberikan tarif promo Rp 45.000 untuk kelas eksekutif dan Rp 35.000 untuk kelas bisnis,” imbuhnya.

Adapun pelayanan yang ditawarkan KA Prabu Jaya terdiri dari 4 kereta kelas eksekutif, 3 kereta bisnis, dan 1 Kereta Makan dengan kapasitas 392 penumpang. Penumpang dapat menikmati faslitas berupa pendingin udara, TV dan toilet.

“Jarak tempuh kurang lebih sekitar 125 menit perjalanan dari Stasiun Kertapati ke Stasiun Prabumulih. Untuk pemesanan tiket bisa dilakukan di stasiun keberangkatan secara go show maupun secara online,” jelasnya. (07)