Insert Text Here

SUMSEL

SMARTFEST IV SMAN 7 Prabumulih Jadi Ruang Unjuk Bakat dan Kreativitas Pelajar

PRABUMULIH,Demokrasiindonesia.com – Semarak perayaan HUT SMAN 7 Prabumulih tahun ini diwarnai dengan pelaksanaan SMARTFEST IV. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, sekaligus membangun pengalaman berorganisasi dan bekerja sama.
SMARTFEST IV secara resmi dibuka Wakil Wali Kota Prabumulih, Franky Nasril, S.Kom., M.M., Rabu (16/9/2026).

Sejumlah pejabat dan undangan turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut, di antaranya Ketua TP PKK Kota Prabumulih Hj Linda Arlan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Prabumulih, Ketua MKKS SMA/SMK, Kapolsek Prabumulih Timur, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan serta tamu undangan lainnya.
Franky Nasril menyambut positif penyelenggaraan SMARTFEST IV. Menurutnya, kegiatan semacam ini memberikan ruang kepada siswa untuk menyalurkan kemampuan di luar pembelajaran akademik.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi terus berkembang menjadi wadah yang mampu memberikan pengalaman dan motivasi bagi para pelajar.
“Terima kasih atas kegiatan ini. Luar biasa, acaranya sangat meriah. Kita mengapresiasi kegiatan seperti ini,” ujar Franky.

Dalam SMARTFEST IV, berbagai perlombaan disiapkan untuk peserta, mulai dari band, mewarnai, tari, vokal solo, story telling hingga sejumlah perlombaan lainnya.
Franky mengatakan pengalaman mengikuti kegiatan seperti SMARTFEST dapat membantu siswa mengenali dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Kemampuan tersebut dinilai dapat menjadi bekal ketika mereka melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia karier.
“Harapan Pemkot Prabumulih, kegiatan seperti ini bisa terus berinovasi dan menjadi semangat bagi para siswa untuk menghadapi jenjang karier berikutnya,” katanya.
Tidak Hanya Mengejar Prestasi Akademik.

Kepala SMAN 7 Prabumulih Leonardi Jaye Putra, M.Pd., mengatakan SMARTFEST kini telah memasuki pelaksanaan keempat. Kegiatan tersebut merupakan salah satu agenda sekolah dalam memeriahkan HUT SMAN 7 Prabumulih.
Namun, menurut Leonardi, makna SMARTFEST tidak sebatas perlombaan. Di dalamnya terdapat proses pembelajaran bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan nonakademik, kreativitas, karakter hingga kemampuan berkomunikasi.
“SMARTFEST ini menjadi wadah untuk mengasah soft skill. Kepintaran tidak hanya akademik saja,” kata Leonardi.
Ia juga mengungkapkan sejumlah capaian siswa SMAN 7 Prabumulih dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui jalur prestasi.
Salah satu pencapaian yang menjadi perhatian sekolah tahun ini adalah keberhasilan seorang siswa diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri) melalui jalur tanpa tes.
“Tahun ini pecah telur, ada yang masuk FK Unsri tanpa tes,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Pemkab Muba dan DPRD Jemput Bola ke Kemendagri, Perjuangkan Penguatan Fiskal Daerah melalui DBH

Selain mendorong capaian akademik, sekolah juga terus membangun lingkungan pendidikan yang mendukung kemampuan berbahasa Inggris serta pengembangan program tahfiz.
Leonardi berharap pelaksanaan SMARTFEST pada masa mendatang dapat semakin berkembang, baik dari sisi konsep maupun pelaksanaannya.
Belajar Bekerja Sama
Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan, Tedi Handika, S.Pd., melihat SMARTFEST sebagai salah satu bentuk ruang pembuktian bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka.
Ia menilai konsep sejumlah perlombaan yang disiapkan SMAN 7 Prabumulih memiliki perbedaan dibandingkan kegiatan sejenis.
“Ini merupakan ajang kreativitas dan pembuktian diri. Lomba-lomba yang diadakan sedikit agak berbeda dengan yang lainnya,” ujar Tedi.

Menurut Tedi, hal penting lainnya adalah proses di balik penyelenggaraan kegiatan. Para siswa mendapatkan pengalaman untuk bekerja dalam tim, berkomunikasi serta berkolaborasi dengan berbagai pihak.
“Team work telah bekerja sangat baik untuk mendukung kegiatan ini. Siswa tidak hanya ditempa secara akademik, tetapi juga belajar berkolaborasi dengan pihak lain dalam penyelenggaraan kegiatan,” katanya.
Ia pun memberikan apresiasi terhadap kerja keras pihak sekolah, panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam SMARTFEST IV. Menurutnya, berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan bagi siswa.

Sementara itu, Ketua OSIS SMAN 7 Prabumulih sekaligus Ketua Pelaksana SMARTFEST IV, M. Azhar Saidina Dirgantara, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas sebagai ruang bagi siswa untuk berkarya sekaligus memberikan apresiasi terhadap kreativitas pelajar.
“SMARTFEST menjadi wadah dan panggung apresiasi bagi seluruh siswa di Sumsel. Terima kasih kepada semua pihak atas kontribusinya sehingga kegiatan ini dapat terselenggara,” kata Azhar.
Ia berharap SMARTFEST IV mampu mendorong para siswa untuk semakin berani berinovasi dan menghasilkan kegiatan-kegiatan positif.
Azhar juga mengingatkan para pelajar agar tidak terjerumus dalam aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun sekolah.
“Jadikan kegiatan ini sebagai ajang siswa untuk berkreativitas dan berkarakter luhur. Tetap kreatif dan penuh inovasi, jaga nama baik sekolah, jauhi vape dan narkoba serta balap liar. Mari lakukan kegiatan-kegiatan yang positif,” pungkasnya. (Ladi Che) Semarak perayaan HUT SMAN 7 Prabumulih tahun ini diwarnai dengan pelaksanaan SMARTFEST IV. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, sekaligus membangun pengalaman berorganisasi dan bekerja sama.
SMARTFEST IV secara resmi dibuka Wakil Wali Kota Prabumulih, Franky Nasril, S.Kom., M.M., Rabu (16/9/2026).

BACA JUGA :  Hj. Linda Apriana Arlan Hadiri Panen Perdana KWT Aeh Anak Labu di Tanjung Menang

Sejumlah pejabat dan undangan turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut, di antaranya Ketua TP PKK Kota Prabumulih Hj Linda Arlan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Prabumulih, Ketua MKKS SMA/SMK, Kapolsek Prabumulih Timur, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan serta tamu undangan lainnya.
Franky Nasril menyambut positif penyelenggaraan SMARTFEST IV. Menurutnya, kegiatan semacam ini memberikan ruang kepada siswa untuk menyalurkan kemampuan di luar pembelajaran akademik.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi terus berkembang menjadi wadah yang mampu memberikan pengalaman dan motivasi bagi para pelajar.
“Terima kasih atas kegiatan ini. Luar biasa, acaranya sangat meriah. Kita mengapresiasi kegiatan seperti ini,” ujar Franky.

Dalam SMARTFEST IV, berbagai perlombaan disiapkan untuk peserta, mulai dari band, mewarnai, tari, vokal solo, story telling hingga sejumlah perlombaan lainnya.
Franky mengatakan pengalaman mengikuti kegiatan seperti SMARTFEST dapat membantu siswa mengenali dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Kemampuan tersebut dinilai dapat menjadi bekal ketika mereka melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia karier.
“Harapan Pemkot Prabumulih, kegiatan seperti ini bisa terus berinovasi dan menjadi semangat bagi para siswa untuk menghadapi jenjang karier berikutnya,” katanya.
Tidak Hanya Mengejar Prestasi Akademik.

Kepala SMAN 7 Prabumulih Leonardi Jaye Putra, M.Pd., mengatakan SMARTFEST kini telah memasuki pelaksanaan keempat. Kegiatan tersebut merupakan salah satu agenda sekolah dalam memeriahkan HUT SMAN 7 Prabumulih.
Namun, menurut Leonardi, makna SMARTFEST tidak sebatas perlombaan. Di dalamnya terdapat proses pembelajaran bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan nonakademik, kreativitas, karakter hingga kemampuan berkomunikasi.
“SMARTFEST ini menjadi wadah untuk mengasah soft skill. Kepintaran tidak hanya akademik saja,” kata Leonardi.
Ia juga mengungkapkan sejumlah capaian siswa SMAN 7 Prabumulih dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui jalur prestasi.
Salah satu pencapaian yang menjadi perhatian sekolah tahun ini adalah keberhasilan seorang siswa diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri) melalui jalur tanpa tes.
“Tahun ini pecah telur, ada yang masuk FK Unsri tanpa tes,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Tiga Warga Muara Enim Alami Luka Bakar Saat Melintas di Lokasi Diduga Kebocoran Pipa Gas Pertamina

Selain mendorong capaian akademik, sekolah juga terus membangun lingkungan pendidikan yang mendukung kemampuan berbahasa Inggris serta pengembangan program tahfiz.
Leonardi berharap pelaksanaan SMARTFEST pada masa mendatang dapat semakin berkembang, baik dari sisi konsep maupun pelaksanaannya.
Belajar Bekerja Sama
Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan, Tedi Handika, S.Pd., melihat SMARTFEST sebagai salah satu bentuk ruang pembuktian bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka.
Ia menilai konsep sejumlah perlombaan yang disiapkan SMAN 7 Prabumulih memiliki perbedaan dibandingkan kegiatan sejenis.
“Ini merupakan ajang kreativitas dan pembuktian diri. Lomba-lomba yang diadakan sedikit agak berbeda dengan yang lainnya,” ujar Tedi.

Menurut Tedi, hal penting lainnya adalah proses di balik penyelenggaraan kegiatan. Para siswa mendapatkan pengalaman untuk bekerja dalam tim, berkomunikasi serta berkolaborasi dengan berbagai pihak.
“Team work telah bekerja sangat baik untuk mendukung kegiatan ini. Siswa tidak hanya ditempa secara akademik, tetapi juga belajar berkolaborasi dengan pihak lain dalam penyelenggaraan kegiatan,” katanya.
Ia pun memberikan apresiasi terhadap kerja keras pihak sekolah, panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam SMARTFEST IV. Menurutnya, berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan bagi siswa.

Sementara itu, Ketua OSIS SMAN 7 Prabumulih sekaligus Ketua Pelaksana SMARTFEST IV, M. Azhar Saidina Dirgantara, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas sebagai ruang bagi siswa untuk berkarya sekaligus memberikan apresiasi terhadap kreativitas pelajar.
“SMARTFEST menjadi wadah dan panggung apresiasi bagi seluruh siswa di Sumsel. Terima kasih kepada semua pihak atas kontribusinya sehingga kegiatan ini dapat terselenggara,” kata Azhar.
Ia berharap SMARTFEST IV mampu mendorong para siswa untuk semakin berani berinovasi dan menghasilkan kegiatan-kegiatan positif.
Azhar juga mengingatkan para pelajar agar tidak terjerumus dalam aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun sekolah.
“Jadikan kegiatan ini sebagai ajang siswa untuk berkreativitas dan berkarakter luhur. Tetap kreatif dan penuh inovasi, jaga nama baik sekolah, jauhi vape dan narkoba serta balap liar. Mari lakukan kegiatan-kegiatan yang positif,” pungkasnya. (Ladi Che)