Insert Text Here

SUMSEL

Pihak Lapas Empat Lawang Angkat Bicara Terkait Dugaan Penyimpangan: Itu Hanya Miskomunikasi

​EMPATLAWANGIDemokrasiindonesia.com — Menanggapi kabar yang sempat viral mengenai dugaan penyimpangan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Empat Lawang, pihak manajemen Lapas akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Pihak Lapas menyatakan bahwa isu yang beredar luas tersebut hanyalah bentuk miskomunikasi,Rabu(06 Mei 2026).

​Klarifikasi Pengadaan Seragam dan Logistik
​Terkait isu pengadaan baju bagi warga binaan yang santer diberitakan, pihak Lapas menegaskan bahwa seluruh proses telah terlaksana sesuai dengan spesifikasi dan jumlah warga binaan yang ada.
​”Kami sudah menjelaskan kronologi sebenarnya. Masalah pengadaan baju itu sudah sesuai prosedur. Kami juga mengajak awak media melihat langsung fisiknya agar tidak ada lagi keraguan,” ujar perwakilan pihak Lapas saat memberikan keterangan kepada awak media.

BACA JUGA :  Sudah Sepekan Berlalu, PHRZ4 Masih Bungkam Terkait Surat Terbuka Transparansi Rekrutmen PTC

​Standar Kesehatan dan Kerja Sama dengan Dinkes
​Mengenai isu layanan kesehatan dan ketersediaan obat-obatan, pihak Lapas menjelaskan bahwa pihaknya menjalin kerja sama erat dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat. Seluruh pengadaan obat-obatan dan tenaga medis yang bertugas telah mengikuti standar kesehatan nasional yang ditetapkan.

​Menepis Isu Narkoba dan Hasil Tes Urine
​Poin paling krusial terkait isu peredaran narkoba juga dibantah dengan tegas. Pihak Lapas menjamin bahwa Lapas Empat Lawang berkomitmen penuh dalam pemberantasan narkoba.
​”Kami bekerja sama dengan BNN dan rutin melakukan tes urine bagi warga binaan maupun petugas. Hasilnya sejauh ini membuktikan bahwa Lapas kita bersih dari peredaran narkoba. Jadi, isu yang beredar itu kami pastikan hoax,” tegasnya.

BACA JUGA :  Bupati Muba Hadiri Musyawarah/Rembug Daerah Persatuan Paguyuban Masyarakat Penyuling Minyak

​Pengelolaan Konsumsi Melalui Pihak Ketiga
​Terkait urusan konsumsi atau makan-minum warga binaan, pihak Lapas menjelaskan bahwa pengelolaan tersebut dilakukan oleh pihak ketiga (vendor) dengan pengawasan ketat. Menu makanan yang disajikan disebut telah sesuai dengan pesanan, spesifikasi, dan prosedur yang berlaku.

​Permohonan Maaf atas Miskomunikasi
​Menutup pernyataannya, pihak Lapas Kelas IIB Empat Lawang menegaskan bahwa pemberitaan yang sempat viral beberapa hari lalu belum bisa dipastikan kebenarannya karena adanya sumbatan informasi atau miskomunikasi antara pihak Lapas dengan awak media.

​”Kami tidak menutup diri, namanya manusia tentu tidak luput dari kekurangan. Kami memohon maaf atas insiden miskomunikasi ini. Ke depannya, kami berharap koordinasi dengan media dapat berjalan lebih baik lagi demi keterbukaan informasi,” tutupnya.

BACA JUGA :  Diduga KDRT di Prabumulih Memanas, Korban Bantah Rumah Tangga Telah Berakhir

​Dengan adanya pernyataan resmi ini, diharapkan simpang siur informasi di tengah masyarakat dapat segera teredam dan situasi di Lapas Kelas IIB Empat Lawang tetap kondusif(Ujang)