Insert Text Here

SUMSEL

Pihak Petro Prabu Bungkam, Warga Prabumulih Resah Isu Biaya Pemasangan Gas Capai Rp4,5 Juta

PrabumulihlDemokrasiindonesia.com– Keresahan tengah dirasakan warga Kota Prabumulih terkait kabar biaya pemasangan baru jaringan gas rumah tangga (jargas) yang disebut-sebut mencapai Rp4,5 juta.

Informasi ini beredar dari mulut ke mulut, bahkan disebut berasal dari pengurus lingkungan setempat.

Salah seorang warga mengaku mendapatkan informasi tersebut dari Ketua RT di wilayahnya. Kabar ini pun dengan cepat menyebar dan memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang berencana melakukan pemasangan baru jaringan gas kota,apalagi bagi mereka yang belum pernah Masang gas kota dan terdaftar di PKH.

“Katanya kalau mau pasang baru sekarang biayanya sampai Rp4,5 juta. Saya dengar dari Ketua RT,” ungkap warga yang enggan disebutkan namanya.

BACA JUGA :  ESI Prabumulih Juara Kapolres Cup Road to Kapolri Cup 2026, Siap Wakili Prabumulih di Tingkat Polda Sumsel

Menindaklanjuti informasi tersebut, awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak Petro Prabu guna memastikan kebenaran kabar yang beredar. Namun, pihak Petro Prabu inisial DD memilih tidak memberikan penjelasan rinci.

“Langsung ke pak Direktur saja pak, takut salah jawab,” ujar melalui pesan singkat WhatsApp.

Sikap tersebut justru menambah kebingungan di tengah masyarakat. Pasalnya, hingga saat ini belum ada keterangan resmi terkait besaran biaya pemasangan baru jaringan gas rumah tangga di Kota Prabumulih.

Sejumlah warga berharap pihak terkait, khususnya manajemen Petro Prabu maupun pemerintah daerah, segera memberikan klarifikasi terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan.

Selain itu, transparansi informasi dinilai penting agar masyarakat tidak merasa dirugikan dan mendapatkan kepastian sebelum memutuskan untuk menggunakan layanan jaringan gas rumah tangga.

BACA JUGA :  Pemkot Prabumulih Terus Benahi Keuangan RSUD, Target Bebas Utang pada 2027

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Direktur Petro Prabu terkait isu tersebut. Media masih berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut guna mendapatkan penjelasan yang akurat dan berimbang.(Ril)