H.Syarifudin Aswari Rivai.SE Angkat BicaraTerkait Pemberitaan Proyek Siluman Pekerjaan Split Biawak di Tanjung Sakti Pumi

Lahat,
Demokrasiindonesia-com-
Siapa yang tak mengenal Sosok Mantan Bupati Lahat 2 Periode ini ‘SAYANGI LAHAT’ H. Syarifidin Aswari Rivai. SE. yang akrab dipangil kak Wari, angkat bicara saat Diwawancarai awak Media kami ( 1/5/21). melalui Via telpon ” Setiap pekerjaan proyek yang mengunakan Uang Negara Wajib memiliki papan informasi, Sesuai diatur Undang Undang KIP (keterbukaan informasi publik) dan peraturan Presiden Sesuai amanah UU Nomor 14 Tahun 2008 dan perpres Nomor 54 Tahun 2020 Dan Nomor 70 Tahun 2012.

Tak ada alasan untuk pemborong karna sudah ada angaran nya untuk Saya pribadi sangat prihatin dan sedih melihat pembangunan seperti ini yang menghabiskan Angaran Milyaran Rupiah, di dalam RAB pasti ada angaran buat pembuangan tanah hasil kikisan itu, jika hasil tanah kikisan dibuang langsung kesungai seperti itu sangat merusak sungai hal tersebut terjadi sudah pasti kurangnya pengawasan dan perhatian dari pemerintah kabupaten terhadap pekerjaan tersebut, dan perlu diberi tindakan untuk efek jera terhadap kontraktor nakal nakal yang seperti itu Saya akan menindak lanjuti hal tersebut sesuai bagaimana aturan dan prosedur. beber kak Wari.

baca juga:  Trisula IWO Siap Berburu Gol di Laga Perdana Lawan Tim Erda Jaya

“Dalam berita sebelumnya,”Dikutip dari Demokrasiindonesia-com Pekerjaan Proyek split Biawak yang berlokasi di Desa Tanjung sakti Dusun 3 Pulau Timun Kecamatan Tanjung Sakti Pumi kabupaten lahat, hasil investigasi lapanggan tidak memiliki papan Informasi di sekitaran lokasi pekerjaan proyek milyaran jelas bahwa Kontraktor yang mengerjakan proyek ini diduga Kangkangi Undang Undang KIP dan peraturan Presiden “Sesuai amanah UU Nomor 14 tahun 2008 dan Perpres No 54 tahun 2020 dan Nomor 70 tahun 2012.

Dari hasil Investigasi awak media kami di lapanggan tanah hasil kikisan bukit langsung di buang ke sungai, sehingga mengakibat kan Sungai menjadi Tercemari dan rusak, menurut Amir salah satu warga saat diwawancarai awak media (21/4/21), ” Kami sebagai warga tidak mengerti pak tentang pekerjaan ini, tapi yang saya dan warga lain kami mengunakan air sungai ini untuk semua kebutuhan hidup kami, sungai kami rusak akibat tanah dan apapun dibuang kesungai oleh mereka apabila tanah ini semua di buang ke sungai bisa jadi sungai kami hilang pak” ujarnya.

baca juga:  Ketua APM,"Beri Kesempatan Masyarakat Untuk Mendapatkan Rezeki Lewat Proyek Jalan Tol

Ropoter:Rahmat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *