Kepala Dinas Kesehatan Pagar Alam kembali bunggkam,Saat Dikonfirmasi Awak Media terkait limbah medis B3.

PAGAR ALAM

Demokrasiindonesiapost-Menindak Lanjuti berita yang sempat dihebohkan dengan sampah-sampah limbah medis B3 yang di buang bukan Pada tempatnya, tepatnya di lokasi eks Perkantoran Camat Pagaralam Selatan yang lama, (18/2/2021) kamis sore.

Warga merasa sangat terganggu dengan adanya sampah limbah medis yang di biarkan berhamburan karna kemungkinan bisa menyebabkan dampak yang buruk untuk kesehatan bagi masyarakat setempat.

Menurut warga sekitar, jenis sampah medis tersebut banyak bekas jarum suntik dan bekas obat – obatan dan sarung tangan bahkan diantara banyak bekas bercak darah.

Dengan membuang sampah limbah medis yang di biarkan berhamburan yang bisa mengakibatkan penularan penyakit bagi para pemulung pemulung yang mencari rezeki untuk menapkahi keluarga.

baca juga:  Silaturahmi IWO Prabumulih di Sambut Hangat Wawako

“‘Dian (34) yang melihat di lokasi mengatakan, kami warga mengeluhkan upaya dari Dinas kesehatan sangat semberono dalam pembuangan limbah medis yang bisa membahayakan kesehatan,”ucapnya.

ditempat yang sama,,” Edi (37) dengan rasa cemas dan takut akan bahaya kesehatan, menginggat pandemi Covid 19 belum berakhir,”ucapnya.

Apa lagi di masa pandemi Covid 19 dituntut seharusnya untuk selalu menjaga Kebersihan juga selalu tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Seharusnya dari dinas kesehatan bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakat luas untuk selalu menjaga Kebersihan dan lingkungan hidup demi kenyamanan dan kesehatan bersama.

Warga berharap dinas kesehatan di kemudian hari membuang sampah sampah limbah medis di tempat khusus.

baca juga:  Pembelajaran Daring "Ala SMPN 2 Kota Prabumulih

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pagaralam Desi Elviani SE MM, Kembali bunggkam dan tidak memberikan jawaban saat di konfirmasi dadakan oleh seseorang Wartawan, perihal tindak lanjut dari limbah medis B3. “lanjut,,

Lanjut,” Desi Elpiani SE.MM,, dengan raut wajah yang gusar dan mata yang melirik tajam, lalu pergi meninggalkan awak media, dengan sembari melambaikan tangan,Kamis,(25-02-20).

Harapan kasus ini dapat dikembangkan oleh aparat penegak hukum dengan memberikan teguran, Jangan hanya berpura-pura peduli dan perhatian akan bahayanya Covid 19. Dengan cara menyadarkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.(Reno)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *