Dua Resedivis Curanmor Berhasil Diringkus Polsek Dempo Tengah

Pagaralam
Demokrasiindonesia.com – Iin Parlinda Binti Supan Harto (36) warga Sukajadi Kecamatan Dempo Tengah akhirnya bisa tersenyum lantaran sepeda Motornya yang hilang di Desa Sukajadi Dempo tengah Jalan Lintas Pagaralam-Lahat sekarang sudah berada Polsek Dempo Tengah.

Berdasarkan Laporan Polisi LP / B – 01 / I / 2021/ Sumsel / Res P.Alam/ Sek Dempo Tengah, Hari Kamis Tanggal 21 Januari 2021 a.n pelapor Saudari Iin Parlinda dan juga proses penyelidikan selama kurang lebih 1 bulan kemudian Polsek Dempo Tengah bersama Team unit PidumRes Pga, Polsek Pagaralam Utara, Polsek Pagaralam Selatan dan Polsek Dempo Utara berhasil mengamankan dua orang pelaku curanmor.

Dari hasil penelusuran Tim Mumed bahwa Pada hari Kamis tanggal 18 Februari 2021 sekira pukul 16.00 wib, Kapolsek Dempo Tengah bersama Tim Gabungan melaksanakan penangkapan terhadap pelaku di Gudang Kandang ayam Ds. Tanjung Aro Kel. Kuripan Babas Kec. Pagaralam Utara A.n GETRA AFRIKO(22) yang merupakan warga Benua Raja Kec. Pajar Bulan Kab. Lahat

baca juga:  Pengibaran Sang Saka Merah Putih di Kota Prabumulih Th 2020, Berlangsung Khidmat dan Menerapkan Protokol Kesehatan

Setelah melakukan penangkapan sdr. GETRA dilakukan pengembangan dan didapatkan pelaku lain yaitu HARISMAN ANUGRAH Bin AGUS MANTO (22) dan dilakukan penangkapan terhadap Warga Kota Raya Lembak Pajar Bulan di Kedai Nongkrong Alun-alun Utara Kota Pagaralam.

Menurut cuitan 2(dua) orang TSK yang meresahkan warga ini bahwa sepeda motor telah dijual di Bandar Agung Kec. Pendopo, setelah mengetahui lokasi barang bukti Kapolsek Dempo Tengah beserta anggota gabungan berangkat mengambil barang bukti ke lokasi Bandar Agung Kec. Pendopo.

Kapolres Pagar Alam Akbp Dolly Gumara, S.IK, MH di benarkan oleh Kapolsek Dempo Tengah Iptu Ramai,SH ” untuk dua orang pelaku curanmor berikut barang buktinya yaitu 1 unit sepeda motor Honda beat dengan nopol BD 3985 GJ, dan 1 lembar STNK serta 1 Buku BPKB sekarang telah kami amankan di Polsek Dempo Tengah”.

baca juga:  Ridho Yahya Dukung Rencana Pelantikan SMSI Kota Prabumulih

” Untuk Pasal yang dikenakan kepada pelaku, kami akan jerat Pasal 363 Kuh Pidana pencurian Dengan Pemberatan, ancaman hukumannya 7 Tahun Penjara ” imbuh pak Ramsi.

Sementara dua TSK resdiipis curanmor masih dalam tahap proses pengembangan untuk mempertanggung perbuatanya.(Reno)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *