Heboh Ikan Paus Terdampar di OKI, Warganet Berharap Itu Pertanda Baik

OKI,
Demokrasiindonesiapost.com – Warga sekitar Sungai Kong, Desa Sungai Pedada, Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel),dihebokan dengan terdamparnya ikan paus di pinggir sungai Samak.

Kendati terdapat luka pada bagian tubuh hewan mamalia tersebut, namun dipastikan ikan dengan bobot sekitar 500 kilogram dan panjang mencapai 7 meter itu, masih dalam keadaan hidup.

Terlepas dari musabab terdamparnya ikan raksaa tersebut, sisi lain dari peristiwa pertama kali ikan paus terdampar tersebut dipercaya sebagai suatu pertanda alam.

Seperti yang ditulis warganet Dul Taxi dalam laman media sosial (medsos) miliknya di Facebook. Ia mengatakan kejadian tersebut sebagai peristiwa langka.

Menurutnya habitat ikan ditenggarai berada di lautan lepas, seperti Selat India dan Afrika. Namun di balik peristiwa tersebut, ia berharap mengandung hikmah positif berupa kelancaran rejeki bagi dirinya.

baca juga:  Ketok Palu Pemkot-DPRD Prabumulih Sahkan Perda Pemberdayaan Pasar Tradisional

“Tak pernah sekali-kali hewan ini berada di lautan dangkal atau di lautan sumatera. Jarang terjadi ikan besar ini masuk di lautan dangkal seperti ini,” ungkapnya,dikutip dari Mattanews.co, Senin (25/1/2021).

Kasat Polair Polres OKI AKP Suprawira mengatakan upaya pemindahan ikan paus ini sendiri akan dilakukan setelah debit air terlihat pasang. Proses ini sendiri, selain debit air, lokasi terdamparnya ikan tersebut terkendala jarak tempuh serta cuaca buruk seperi angin kencang,

“Rencananya tengah malam saat air pasang, ikan tersebut akan kita tarik ke tengah laut. Dalam evakuasi ini dibantu 10 personel termasuk anggotanya,” ujarnya.

Meskipun tidak didukung peralatan memadai, proses evakuasi ikan paus tersebut tengah diupayakan. Yaitu dari Dinas Perikanan OKI dibantu aparat keamanan dari Polair Polres OKI serta polsek Tulung Selapan serta nelayan setempat.

baca juga:  Melakukan Banding di MA, Vonis Mantan Bupati Muara Enim Ahmad Yani Malah Naik Jadi 7 Tahun

Kapolsek Tulung Selapan Iptu Eko Suseno menuturkan, ikan paus itu sudah didorong ke laut, tapi kembali lagi ke pinggir sungai. Padahal jarak tempuh menuju lokasi menggunakan speedboat tersebut, memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan air.

“Kalau dilihat, ikannya sudah tua. Karena untuk didorong kembali ke laut masih diusahakan, sekarang dibuat parit sehingga ikan ini tidak lagi memutar,” katanya.

Sekretaris Camat Tulung Selapan OKI, Yusuf menjelaskan, mereka tengah berusaha untuk mengembalikan ikan paus tersebut ke laut lepas,

“Memang sekarang kendala angin kencang sulit untuk kesana,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *