Ketok Palu Pemkot-DPRD Prabumulih Sahkan Perda Pemberdayaan Pasar Tradisional

PRABUMULIH,
Demokrasiindonesiapost.com-. Bertempat  di Gedung DPRD Kota Prabumulih, Walikota Prabumulih H Ridho Yahya, Wakil Walikota Prabumulih H. Andriansyah Fikri, Sekretaris Daerah Elman ST. MM. Serta kepala OPD di lingkup jajaran Pemerintah Kota Prabumulih, hari ini Senin (20/01/2020) menghadiri rapat Paripurna.

Rapat Paripurna tersebut menghasilkan keputusan menyetujui, mengesakan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang perlindungan Pemberdayaan Pasar Tradisional dan Penataan serta Pengendalian Pasar Modern menjadi Peraturan Daerah (Perda)

Rapat tersebut juga dihadiri oleh ketua DPRD kota prabumulih, Sutarno SE, Wakil Ketua DPRD, Dipe Anom, serta beberapa anggota DPRD lainnya, yang telah menghasilkan kesepakatan untuk meningkatkan Raperda menjadi Perda.

Dalam kesempatan itu Walikota Prabumulih menjelaskan bahwa perkembangan pasar tradisional kurang bisa bersaing dengan pasar modern,

baca juga:  Dana Kelurahan Tahap II Akan Segera Cair, Ridho Yahya: Pergunakan Dana Sesuai Kebutuhan

Melihat perkembangan perekonomian saat ini, yang mana pasar tradisional sulit bersaing dengan pasar modern, karena kadang pasar tradisional tidak bisa memenuhi kebutuhan konsumen,  Tentunya dalam satu sisi kita juga harus memikirkan para pembeli, kita harus imbang dalam menyikapi ini, pedagang kita pikirkan, pembeli juga kita pikirkan, karena mereka semua adalah masyarakat kita, itulah pentingnya ada pasar modern.

Kalau bisa  disatu daerah kita bangun hypermat,indomart dll dengan jarak yang dekat, jadi para pedagang kita adu, agar dapat bersaing harga, hingga masyarakat akan mendapatkan harga yang murah.” Ujar Ridho Yahya

“Terkait rencana kunjungannya ke Lahat, Walikota Prabumulih menjelaskan
Ya tujuannya yakni memberikan bantuan kepada korban banjir, Palu saja kita bantu apalagi tetangga kita, dan bantuan ini juga banyak titipan, ada dari organisasi kemasyarakatan seperti FKPPI, dan juga dari masyarakat yang bersimpati”  katanya.

baca juga:  Pemkot Prabumulih Melakukan Penyemprotan Cairan Disinfektan Serentak di 37 Kelurahan dan Desa

Saat ditanyakan jumlah nominalnya beliau mengatakan kalau bantuan ini bukan berupa uang namun berbentuk barang sesuai apa yang dibutuhkan oleh mereka.

“Berupa barang, perlengkapan masak, seperti kompor gas lengkap dengan tabungnya, beras, mie instan dan peralatan dapur, “ucapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *