Kam. Jan 23rd, 2020

Pot Bunga Melenial,Kreasi KSM Jambu

PRABUMULIH,
Demokrasiindonesiapost.com-Rasman affandi, warga Kelurahan Karang Raja, RT04/RW 01,Kecamatan Prabumulih Timur, adalah seorang pengrajin sekaligus pengusaha pot bunga.Ia menjadi pengrajin dan memulai usaha pot bunganya baru sekitar 3 bulan bersama kelompok KSM jambu dimana dia sebagai Ketuanya.dari kreasi tangannya beserta anggotanya, aneka pot bunga cantik dapat dibuat dan di ciptakan.

Menurut Rasman, usaha yang Ia jalankan ini cukup menjanjikan karena saat ini lagi viral kerajinan tangan Pot bunga dari barang bekas kerajinan tangan ini merupakan sebuah kerajinan seni yang dibuat menggunakan tangan atau secara sederhana yang berguna sebagai hiasan, atau vas bunga yang unik yang bisa di tempatkan di pekarangan rumah (exterior) atau juga bisa di dalam ruangan, (interior) untuk vas bunga plastik atau bunga kaktus.

baca juga:  Pedagang Pasar Malam Nyaris Pingsan Tersengat Listrik Tegangan Tinggi

Kerajinan tangan Vas bunga dari bahan Ambal ini sudah mulai berkembang perlahan lahan seiring waktu,mulai ada pemesanan pola dan bentuk yang di inginkan dari konsumen.

Untuk kualitas menurut Rasman atau sering di panggil ujang nama kerennya, pot bunga ini bisa di jamin kekuatan nya karena pembuatan nya dari semen dan di oles beberapa kali agar kuat dan bisa bertahan,selain dari Vas bunga variatif, Usaha kecil rumahan ini juga siap menerima pesanan pola dan bentuk sesuai keinginan para pelanggan katanya

“Untuk pemasaran nya sendiri saat ini memang masih belum ketemu cara yang efesien kata nya,namun yang sudah berjalan beberapa bulan ini yakni dengan cara posting di Forum jual beli yang ada di kota prabumulih,melalui WA 081368943369 dan promosi lewat kawan-kawan imbuh nya” saat Demokrasiindonesia.com bertanya bagaimana metode pemasaran nya.

baca juga:  Harapan Besar Letho Ke Depan Dana CSR Di Tahun 2020 Masuk Satu Pintu Di Kelola Oleh Forum CSR Sumsel

“Dalam sehari saya bisa membuat 12 hingga 20 buah pot dengan omset kurang lebih 500 ribu rupiah,”Pot bunga yang ia buat dihargai 35 ribu hingga 350 ribu rupiah tergantung model dan tingkat kesulitan dalam pembuatan,”ungkapnya.

Dia pun berharap, agar sekiranya Pemerintah Kota Prabumulih dapat memberikan bantuannya melalui dinas terkait yang membidangi usaha kecil menengah(UKM) sehingga usaha yang dirintis dirinya bersama KSM Jambu dapat bermanfaat untuk mengurangi pengangguran dan berharap usahanya tersebut dapat terus berkembang sehingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi banyak orang,”ucapnya.(ads)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *