Sen. Jul 22nd, 2019

Aksi Kedaulatan Rakyat di Bawaslu Penuh Lautan Manusia

JAKARTA,

Demokrasiindonesiapost.com-Hingga sejauh ini belasan ribu pengunjuk rasa terus menggelar aspirasi mereka di Gedung Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) RI, yang berada di kawasan Jalan M H Thamrin, Tanah Abang, Jakarta.

Adapun maksud terkait kedatangan mereka di Gedung Bawaslu sejak Selasa, (21/5) malam atau tepatnya mulai orasi pukul 12.30 WIB. Yakni demi semata-mata ingin menuntut keadilan diduga terkait kecurangan hasil penghitungan suara Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dilakukan Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 01 oleh KPU dan Bawaslu RI.

Namun cukup disayangkan, sejak semalam sampai subuh dan pagi, Rabu (22/5) ini. Justru para pengunjuk rasa Paslon 02 yang datang dari berbagai penjuru daerah di bumi Indonesia terus berdatangan menuntut tolak kecurangan terkait ketidakpuasan dan mereka mengutuk KPU dan Bawaslu RI hasil kecurangan angka suara Paslon 01 lebih tingggi di pemilu beberapa waktu lalu tersebut.

Karena aspirasi mereka belum direspon baik oleh pihak bawaslu atau pun pihak berkompoten terkait lainnya. Mereka alias pengunjuk rasa silih berganti datang ke lokasi di kawasan H M Thamrin dan Sarinah.

Akibat hal tersebut, tentunya sejak semalam terjadilah aksi kerusuhan antara pengunjuk dengan polisi dan juga dikawal ketat puluhan ribu oleh anggota satuan Brimob DKI Jakarta. Terlebih lagi, belumnya disambut oleh bawaslu pengunjuk rasa terus memanas dan tetap bertahan di lokasi.

baca juga:  Acara KPU Prabumulih, Undangan kebingungan

Pantauan di lapangan kerusuhan tersebut diduga memakan korban seperti luka dan sejumlah warga meninggal dunia. Lantaran, pengunjuk rasa melempar polisi dengan batu dan disertai petasan. Sementara dari pagar betis kepolisian mengeluarkan gas water canon, pentungan dan bahkan mengeluarkan tembakan membabi buta demi mengusir kebelakang para pengunjuk rasa malam hari kemarin tersebut.

Kemudian yang lebih menggegerkan lagi di Rabu, (22/5/2019) dari pagi hingga siang serta sore harinya dimana waktu tersebut merupakan hari tempat perkumpulan jutaan manusia terkait demontrasi people power telah dijadwalkan oleh KPU RI.

Tak pelak saja, sepanjang Jalan Wahid Hasyim dan di sekitaran Gedung Bawaslu H M Thamrin dipenuhi lautan manusia. Dan, bahkan di sela-sela aksi tersebut para pendomo menyepatkan diri sholat azhar berjamaah di lapangan depan Kantor Bawaslu dan jalan daerah sekitar bawaslu dipimpin oleh ulama dengan anggota/pengurus organisasi Islam, banser, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan masyarakat umum.

baca juga:  Kunjungan Kerja Walikota Dan DPRD Prabumulih ke Blora

Orasi tersebut bukan menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun dari jabatannya sebagai menjabat Presiden RI saat ini. Tetapi jutaan manusia tersebut pun sebaliknya menuntut keadilan/menolak kecurangan penghitungan suara.

Oleh karena mereka meminta keadilan, dan kedaulatan rakyat soal pemilu dianggap curang itu. Dimana dalam orasi tersebut pemandu kordinator demo terus mengucapkan takbir, doa, nyanyi sebuah lagu ganti presiden 2019 dan berbagai yel-yel lainnya, demi kedautan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Yang dimana zaman rezim ini masyarakat Indonesia dinilai cukup menderita. Apalagi Bangsa Indonesia ini dianggap masyarakat telah dikuasai oleh bangsa lain.

Dengan begitu, para pendemo khawatir kedepan anak-anak cucu tak ada tempat lagi di bumi Indonesia. Padahal mereka sebagai penerus generasi bangsa dimasa akan datang, yang lahir asli dari Ibu Pertiwi.

Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi (BPN-PAS) Kota Prabumulih, Ibrahim Hamid melalui Sekretaris (Sekjen) King Senop menyebutkan, adapun alasan ia dan bersama puluhan anggota serta relawan langsung datang ke Gedung Bawaslu RI, Jakarta Tersebut. Ialah demi semata-mata bersama jutaan relawan atau BP-PAS daerah lain se-Indonesia.
“Buat ikut serta aksi massa mendesak Bawaslu dan KPU RI menyangkut permasalahan kecurangan yang dilakukan Paslon 01 kita,” ungkapnya ketika dibincangi awak media online Berantassumsel,Demokrasiindonesiapost,bininfor (22/5/2019).

baca juga:  Rhenald Kasali: Indonesia Kuasai 51% Saham Freeport, Selalu Ada yang Tak Happy

Menurut pria tersebut setidaknya permasalahan ini bisa dibawa ke DPRD RI dan Makamah Konstitusi (MK) guna mencari solusi jalan keluar terbaiknya nanti.”Lihat saja di lapangan orasi ini. Mereka (kawan-kawan, red) ini dari sejumlah wilayah NKRI sama juga menuntut keadilan pemilu ini. Kita minta itu KPU dan Bawaslu untuk transparan di hadapan rakyat terkait kecurangan ini,” keluhnya.

Apalagi, lanjutnya pria tersebut para relawan datang ke tempat ini alias Kantor Bawaslu dengan menempuh jarak puluhan kilo meter dengan rela berjalan kaki demi pemilu yang jujur.
“Artinya, saya pribadi selaku warga negara yang baik. Kecewa atas kecurangan-kecurangan informasinya terjadi di sejumlah daerah. Dan, kemungkinan termasuk pula sebaliknya buat teman-teman kita di lapangan ini sama tak terima dengan hasil keputusan KPU itu, yang memenangkan perolehan suara Paslon 01,” tambahnya pria tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *