Sen. Mei 20th, 2019

Teroris di Masjid Al Noor Christchurch

SELANDIA BARU
Demokrasiindonesiapost.com
Seorang warga Australia berusia 28 tahun memberondong masjid di Selandia Baru dan menembaki jemaah yang tengah menunaikan salat Jumat. Dikutip dari DailyMail, Jumat (15/3/2019) pelaku menembaki jemaah tanpa pandang bulu termasuk anak-anak dan menewaskan sedikitnya 30 orang.

Saksi mata mengaku mendengar 50 tembakan termasuk tembakan senapan semi-otomatis di Masjid Al Noor Christchurch pukul 13.30 (11.30 pagi waktu AEDT). Pria bersenjata yang melalui akun Twitter mengidentifikasi dirinya sebagai Brenton Tarrant dari Grafton, New South Wales itu juga menyiarkan langsung penembakan massal yang dilakukannya melalui streaming FaceBook.

Dari video yang kemudian beredar terlihat pelaku melepaskan tembakan pada puluhan orang yang mencoba melarikan diri. Empat orang ditahan, termasuk tiga pria dan satu wanita. Salah satunya ditangkap saat mengenakan rompi bunuh diri.

baca juga:  Serahkan Diri ke Polisi, Ini Pengakuan Otak Pembunuh dan Pembakar Mayat Inah

Aksi pelaku penembakan yang memosting manifesto setebal 87 halaman via Twitter sebelum pembunuhan menandakan aksinya tersebut merupakan “serangan teror”. Warga juga dilaporkan mendengar tembakan lain di Masjid Linwood di dekat lokasi pertama.

Ada juga penembakan di luar Rumah Sakit Christchurch dan beberapa bom ditemukan telah dilekatkan pada tiga mobil di dekat masjid. Polisi memerintahkan warga untuk tetap di rumah dan melaporkan perilaku mencurigakan pada aparat.

Komisaris Polisi Selandia Baru Mike Bush mengatakan korban yang dirawat berasal dari penembakan di dua masjid dan di Rumah Sakit Christchurch. “Ini benar-benar tragis. Begitu banyak orang yang terdampak. Kami belum tahu identitas mereka yang meninggal karena tempat-tempat itu terkunci,” katanya.

baca juga:  Caleg Cantik Tertangkap Membawa Sabu-Sabu

Dia juga mendesak umat Islam di Selandia Baru untuk tidak pergi ke masjid pada hari Jumat ini. Sementara itu Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan serangan ini menjadi salah satu hari paling kelam di Selandia Baru. Ia juga mengutuk aksi teror ini.

“Orang-orang yang menjadi sasaran serangan hari ini adalah warga Selandia Baru, rumah mereka. Mereka seharusnya aman di sini. Dan siapa pun yang melanggengkan tindakan kekerasan seperti ini tidak memiliki tempat di masyarakat Selandia Baru,” tegasnya.

“Banyak dari mereka yang terkena dampak merupakan warga komunitas migran. Dan Selandia Baru rumah mereka, mereka adalah kita,” lanjutnya melalui Twitter. Sedangkan menyusul teror ini Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengaku “ngeri”. “Semua masih berlangsung tetapi doa kami bersama warga Selandia Baru,” katanya.

baca juga:  3 Pemuda Ngibon",Tertangkap Mencuri Sangkar Burung

Editor: Cheizzah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *