Ming. Apr 21st, 2019

Bupati PALI Kukuhkan Kader PPKBD, Demi Suksesnya Program KB

PALI,
Demokrasiindonesiapost.com
H.Heri Amalindo,Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengukuhkan Kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD), kader Sub-PPKBD dan PATBM se-kabupaten PALI, Selasa (12/2) di Gedung Pesos Komplek Pertamina Pendopo disaksikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan, Drs Waspi.

“Peran aktif kader sangat diharapkan dalam melaksanakan atau mengelola program KB ditingkat desa/kelurahan atau RW atau RW. Karena PPKBD dan Sub PPKBD merupakan perpanjangan tangan penyuluh KB di desa. Mereka langsung bersentuhan dengan masyarakat untuk mensosialisasikan program KB. Terbukti dengan kerja keras para kader, angka pernikahan usia dibawah umur menurun,” ujar Bupati.

Pada kegiatan pengukuhan kader PPKBD, Sub PPKBD dan PATBM dikemas Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) PALI dalam satu acara yang diberi nama Temu kerja Kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD), Sub Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (Sub-PPKBD). PATBM, Koalisi Kependudukan dan Fapsedu tahun 2019 se-kabupaten PALI dengan tema ‘Kita Sukeskan Program KB Menuju Keluarga Berkualitas’.

baca juga:  Ridho-Fikri gelar syukuran”pilkada damai di pendopoan rumah dinas walikota

Yenni Nopriani, kepala DPPKBPPPA PALI menyebutkan kegiatan tersebut diikuti 500 peserta terdiri dari kader PPKBD, kader Sub PPKBD, kader PATBM, Koalisi kependudukan dan Fapsedu.

“Selain pengukuhan, dilaksanakan juga pemberian penghargaan bagi PLKB, PPKBD dan Kampung KB terbaik. Setelah dikukuhkan, para kader langsung kita bekali melalui pelatihan dengan mengundang nara sumber dari BKKBN Sumsel,” urai Yenni.

Adapun materi yang diberikan dijelaskan Yenni meliputi Kelembagaan program KKBPK dan Pengendalian kualitas penduduk dan pembangunan keluarga, pengelolaan IMP dan Poktan serta metode kontrasepsi.

“Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kinerja para kader dengan pemberian materi-materi tersebut sehingga kader memahami dan mengerti tentang metode kontrasepsi, kelompok kerja Institutusi Masyarakat Pedesaan (IMP) untuk mempermudah penyuluhan dan memotivasi para akseptor KB,” paparnya.

baca juga:  INAgri”Diskusi Bareng Bersama Komunitas Lingkungan Hidup Kota Prabumulih

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan Drs Waspi menerangkan bahwa peran kader PPKBD dan sub PPKBD dalam mensukseskan program KB.

“Kontribusi kader digambarkan dengan adanya penyuluhan, sebab PPKBD dan Sub PPKBD adalah kader aktif dari desa masing-masing, dimana satu desa terdiri dari 1 kader PPKBD dan 3-4 kader Sub PPKBD. Kerja keras para kader tentunya telah banyak membuahkan hasil. Tugas para kader tersebut juga harus bersinergi dengan kader-kader desa lain agar keseimbangan pertumbuhan penduduk bisa terwujud.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *