Rab. Jun 19th, 2019

Kunjungan Kerja Walikota Dan DPRD Prabumulih ke Blora

BLORA,

Demokrasiindonesiapost.com Walikota Prabumulih beserta Ketua DPRD dan rombongan melakukan kunjungan kerja dikabupaten blora jawa tengah,padahari Rabu siang (30/01/2019).

Kedatangan rombongan tersebut dalam rangka ingin belajar pengelolaan sumur minyak tua. Rombongan tersebut dipimpin langsung oleh Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM dan disambut oleh Bupati Djoko Nugroho, di Pendopo Rumah Dinasnya.

Kepada Walikota Prabumulih, Bupati Djoko Nugroho mengucapkanselamat datang dan mengungkapkan rasa senangnya karena Blora menjadi daerah tujuan belajar pengelolaan sumur minyak tua.

“Pemerintah daerah melalui BUMD dan masyarakat yang tergabung dalam komunitas penambang lokal, diberikan izin dari Pertamina untuk mengelolanya,” ucap Bupati.

Momentum tersebut tidak hanya digunakan Bupati Djoko Nugroho untuk bercerita tentang pengelolaan sumur minyak tua. Namun juga belajar kepada Prabumulih tentang pengelolaan city gas atau jaringan gas rumah tangga. Pasalnya disana program city gas telah dikelola baik oleh BUMD dan menyasar ribuan sambungan rumah tangga.

baca juga:  Acara KPU Prabumulih, Undangan kebingungan

“Kita disini untuk saling belajar. Prabumulih belajar sumur minyak tua yang nanti akan dijelaskan oleh Direktur BUMD PT. Blora Patra Energi (BPE), sedangkan kita belajar city gas,” kata Bupati melanjutkan.

Untuk diketahui, sejak dibangun lima tahun lalu, hingga kini jumlah jaringan gas rumah tangga yang mengalir di Desa Sumber Kecamatan Kradenan baru sekitar 700 sambungan saja.

Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM yang datang beserta Ketua DPRD, beberapa OPD terkait serta BUMD yang mengelola sumur minyak tua, menyampaikan rasa terimakasih kepada Bupati Djoko Nugroho dan jajaran yang telah mengizinkan dan menerima rombongan dengan baik.

“Kami sangat berterimakasih, di sela kesibukan bapak Bupati, sudah menyempatkan untuk menerima kami di tempat yang indah ini. Kami hanya ingin melihat bagaimana model pengelolaan sumur minyak tua di Blora. Pasalnya di wilayah kami warganya tidak diberi kesempatan oleh Pertamina, untuk ikut mengelola sumur minyak tua,” tutur Walikota Prabumulih.

baca juga:  Walikota Pimpin HUT PGRI Dan Hari Guru Nasional Di Kota Prabumulih

Sementara itu terkait jaringan gas rumah tangga, Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM menyampaikan bahwa di Prabumulih, pada tahun 2018 lalu mendapatkan tambahan 6.000 sambungan rumah tangga. Melengkapi ribuan sambungan sebelumnya.

Christian Prasetya juga menyampaikan, agar pengelolaan sumur minyak tua ini bisa menyerap tenaga kerja lokal sekitar tambang, maka pihaknya sengaja memakai sistem timba memakai tripod atau menara kaki tiga. Jika ditimba dengan mesin maka akan minim pekerja.

“Setiap satu titik sumur setidaknya ada dua sampai empat pekerja setiap hari yang bertugas untuk menimba. Sehingga total ada 400 pekerja yang menambang minyak di lapangan Ledok ini,” lanjut Christian.

Sedangkan untuk regulasi yang mengatur tentang pengelolaan sumur minyak tua diatur Permen ESDM dan Perbup tentang pendirian BUMD.

baca juga:  Indonesia Berduka Ibu Ani Yudhoyono Meninggal Dunia

“Lapangan migas yang kebanyakan identik dengan kerusakan lingkungan dan pencemaran. Namun tidak terjadi di Ledok. Di lingkungan sumur minyak tua kami, hutannya tetap lestari dan limbah dikelola dengan baik,” tutur Christian Prasetya.

Usai dialog di Pendopo Rumah Dinas Bupati, rombongan Walikota Prabumulih beranjak ke lapangan guna melihat langsung kondisi sumur minyak tua di Desa Ledok Kecamatan Sambong. Turut mendampingi Wakil Bupati Blora H Arief Rohman MSi, Direktur BUMD PT BPE dan beberapa OPD terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *