Kontraktor Proyek Pengendalian Banjir Sungai Kelekar Di Cambai Prabumulih Di Duga Melawan Hukum

PRABUMULIH ,
Demokrasiindonesiapost.com Akibat ulah PT.Wahyu matra kontraktor yang mengerjakan proyek pengendalian banjir sungai kelekar Kota Prabumulih tanpa izin pemilik lahan Rifky Baday, yang berakibat terjadinya perusakan lahan.

Pihak kontraktor tersebut, tidak hanya digugat secara perdata oleh pemilik lahan. Tetapi juga dilaporkan tindakan pidana dugaan penyerobotan tanah serta pengerusakan lahan. Makanya, pemilik lahan Rifki Badai SH.MK.n melalui kuasa hukumnya dari kantor Note Solicitor & Legal Consultant, Paul Antonius Sitepu S.H., M.Hum CPHR melaporkan dugaan tindak pidana tersebut ke Polres Prabumulih.

Laporan tersebut tercatat dalam Nomor : LP-B/03/I/2019/RES PRABUMULIH, 04 Januari 2019. Akibat dugaan pengrusakan lahan dan penyerobotan tersebut lahan milik Bapak Rifki Badai rusak dan berkurang.
Terpaksa kita gugat secara perdata, pertama tidak ada izin dari klien kita selaku pemilik lahan. Sehingga, tanahnya dijadikan tempat normalisasi dan rusak serta di duga berkurang lahan tanah tersebut.”jelas Paul Sitepu, sapaan akrabnya.

baca juga:  BAWASLU: Sosialisasi Pengawasan Pemilu Itu Penting

Akibatnya ada timbunan tanah pada tanah tersebut. Tanahnya rusak, selain itu juga kehilangan sebagian tanahnya akibat proyek normalisasi Kelekar.

“Wajar kita perkarakan, apalagi tanpa izin menyerobot tanah merusak dan mengurangi luas tanah. Sudah jelas, bila hal ini dapat diduga melanggar aturan hukum.” tuturnya.

Kasus gugatan sendiri tengah bergulir di Pengadilan Negeri (PN). Dan, sudah sidang pertama dan pihak perwakilan dari PT.Wahyu tidak hadir.

Selain itu, sudah beberapa kali kita lakukan mediasi yang digagas klien kami dan tidak ada titik temu.

“Bukan hanya itu saja, pihak kontraktor juga sempat melecehkan dan mengangap remeh permintaan klien kami. Kalau permintaan kliennya mengada-gada, atas tanah yang digunakan pihak kontraktor sebagai tempat operasional kegiatan normalisasi sungai kelekar tersebut,” ucap Paul.

baca juga:  Pekerja Pertamina EP Bangun Rumah Layak Huni di Sukaraja

Menurutnya, laporan tersebut sudah dilaporkan kepada Polres Prabumulih. Dan, pihaknya telah menerima Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) dari Polres Prabumulih.

“Kita juga mempidanakan pihak ketiga tersebut ke Polres Prabumulih. Laporannya sudah kita sampaikan dan sudah diterima Polres Prabumulih,” ucapnya.

Pihaknya berharap kepada Polres Prabumulih mengusut tuntas, dugaan pengerusakan dan penyerobotan lahan yang di lakukan oleh PT.Wahyu matra kontraktor yang dilaporkan oleh pemilik lahan sesuai dengan hukum yang berlaku. “Sekarang ini, kita tengah menunggu proses hukum dari laporan kita. Semoga berjalan lancar,” jelasnya.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk. MH dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, AKP Abdul Rahman SH. MH membenarkan hal itu.

baca juga:  Prabumulih Tahun 2018 menerima Dana insentif Sebesar 17 Miliar

“Laporannya sudah kita terima, sekarang tengah kita proses kasusnya,” pungkasnya. (03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *