Pidato Raja Salman Pertama Kali Atas Tewasnya Wartawan Jamal Khashogi

Riyad,

Demokrasiindonesiapost.com-Raja Salman Bin Abdulaziz dari Arab Saudi berpidato untuk pertama kali di hadapan Dewan Syura atau dewan penasehat kerajaan sejak kasus tewasnya kolumnis Washington Post, Jamal Khashogi terungkap

Dalam pidato yang ditunggu-tunggu banyak pihak ini, raja berusia 82 tahun itu memuji upaya lembaga penegak hukum negara ini meski tidak menyebut kasus Khashoggi secara langsung.

“Lembaga telah melakukan tugas mereka dalam upaya menegakkan keadilan,” kata Raja Salman seperti dilansir Aljazeera pada Senin, 19 November 2018 waktu setempat.

Seperti diberitakan sebelumnya, jaksa penuntut umum Arab Saudi mengumumkan telah mengajukan dakwaan terhadap 11 dari 21 orang tersangka pembunuh Jamal Khashoggi. Jaksa juga menyiapkan tuntutan hukuman mati terhadap lima orang yang diduga kuat terlibat langsung melakukan pembunuhan terhadap jurnalis senior 59 tahun 

baca juga:  Usai Dilantik DPW HPI Babel & IMO-Indonesia Gelar Diskusi

Jamal Khashoggi, seperti dilansir Anadolu, tewas di dalam kantor Konsulat Jenderal Arab Saudi pada 2 Oktober 2018 setelah ditangkap dan disiksa oleh tim pembunuh kiriman Direktorat Intelijen Umum Arab Saudi.

Tim pembunuh beranggotakan 15 orang itu datang pada dini hari ke Bandara Ataturk, Istanbul, Turki pada 2 Oktober 2018 menggunakan dua pesawat sewaan Gulfstream.

Arab Saudi telah memberhentikan Deputi Kepala Intelijen Arab Saudi, Mayor Jenderal Ahmed Al-Assiri, dan penasehat siber Saud Al-Qahtani, yang diduga kuat terlibat langsung dalam pembunuhan itu

Saudi juga membentuk komite yang dipimpin Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed Bin Salman, untuk merombak Direktorat Umum Intelijen yang dianggap bertindak melebihi kewenangannya terkait kasus ini.

baca juga:  Bangun Bendung Karet Multifungsi Kementerian PUPR di Pantai Utara Indramayu

Namun, pemerintah Turki dan CIA menyatakan ada kemungkinan MBS, sebutan Putra Mahkota Saudi, terlibat dalam perintah pembunuhan itu, yang telah dibantah pemerintah Saudi.

Dalam pidatonya di hadapan Dewan Syura itu, yang dilakukan setiap tahun, Raja Salman juga mengatakan soal dukungannya kepada upaya Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menghentikan perang di Yaman, yang menimbulkan kelaparan massal dan bencana kemanusiaan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *