Residivis Kasus Narkoba, Ditangkap Usai Keluar Penjara

PERABUMULIH,

DemokrasiIndonesiapost- Residivis kasus narkoba SM (47), Pria yang baru keluar dari tahanan Lembaga permasyarakatan karna Kasus Narkoba, kini tertangkap kembali oleh Team pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNNK) Kota Prabumulih karena kasus yang sama Narkoba jenis sabu-sabu, Minggu (11/11/2018) sekitar pukul 10.00 Wib.

“Team Pemberantasan (BNNK) Prabumulih mendapat informasi dari masyarakat di jalan Shinta kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara, diduga transaksi peredaran gelap Narkotika jenis sabu-sabu, mendapat laporan tersebut.Team Brantas (BNNK) langsung melakukan penggerebekan di rumah tersangka, saat penggerebekan pelaku langsung mengunci pintu rumah agar dapat mengilangkan barang bukti dengan cara membakar Narkotika jenis sabu-sabu.kata kasi berantas Gamal,

Kepala( BNNK) Ibnu Mundzakir menyebutkan, Team Berantas menemukan sabu-sabu seberat 3,51 gram di atas kompor gas yang sedang di bakar oleh tersangka guna menghilangkan barang bukti, satu perangkat alat hisap, satu buah handphone merk Advan, beserta Sim card, satu buah kompor gas merk Rinnai, satu buah gunting dari dalam kamar mandi rumah tersangka SM.

baca juga:  Inovasi TTRP, PT Pertamina EP Asset 2 Limau Field Dorong Efisiensi Biaya Operasi Migas

“ Saat melakukan Penggerebekan Team (BNNK) Mengajak ketua RT setempat sebagai saksi untuk di lakukan penggeledahan di dalam rumah tersebut, ” ujar Ibnu Mundzakir saat Kompersi pers rabu (14/11/18).

Tak puas sampai di situ,(BNNK)Prabumulih melanjutkan menginterogasi tersangka SM, terkait dari mana barang tersebut di dapatkan dan siapa saja sabu-sabu itu di perjual belikan. Kepada Team Berantas, SM mengakui sabu-sabu tersebut di dapatkanya dari tersangka ED (DPO) yang merupakan warga Desa air hitam Kabupaten PALI ucapnya,

Merasa tidak perna jera”,kini Residivis kasus narkoba SM yang baru saja keluar dari penjara satu bulan lalu, kini harus kembali merasakan mendekam di sel tahanan. Dirinya terancam dengan pasal 112 ayat (1) dan 127 ayat (1) terkait peredaran narkoba jenis sabu-sabu, dengan ancaman kurungan minimal 5 tahun Penjara,kata kepala (BNNK) Prabumulih,(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *