Inovasi TTRP, PT Pertamina EP Asset 2 Limau Field Dorong Efisiensi Biaya Operasi Migas

Prabumulih

DemokrasiIndonesiapost.com| PT Pertamina EP asset 2 Limau Field tidak hanya melakukan inovasi, untuk meningkatkan proses megejar target produksi. Tapi juga mendorong efisiensi biaya operasi minyak dan gas (migas) yang diketahui sangat besar, salah satunya crew pekerja Limau field pada tahun 2018 ini telah membuat inovasi dengan melakukan efisiensi biaya operasi khususnnya pekerjaan well service inovasi di lakukan WOWS Limau Field membuat alat dinamakan TUBING TESTER ROD PUMP (TTRP).

Alat tersebut digunakan untuk pengetesan tubing dimana sebelumnya menggunakan metodhe dan peralatan konvensional membutuhkan waktu tambahan pekerjaan untuk masuk cabut tubing string minimal 10 jam”terang Field Meneger (FM) Limau M.NUR didampingi Asmen WOWS Nurhidayat saat di konfirmasi wartwan kemarin ( 26 /10 ).

baca juga:  Sosok Mayat Di Temukan Di Teras Rumah Kosong

Nur Menjelaskan alat ini pekerjaannya saat pressure test tubing dilakukan bersamaan pada saat rangkaian tubing akhir sebagai tempat dudukan dan mengalirkan fluida, “dari aspek langkah pekerjaan sebelum terciptanya pekerjaan alat ini, pekerjaan well service pada sumur dengan metodhe lifting rond pump memerlukan 7 step pekerjaan, akan tetapi setelah terciptanya alat TTRP step pekerjaan di minimalisir hanya menjadi 5 step saja “ungkapnya

selanjutnya keuntungan lain adalah tidak terjadi pencemaran akibat ceceran minyak dan air teproduksi yang di gunakan untuk melakukan pressure test tubing dengan metodhe sebelumnya menimbulkan pencemaran lingkungan. “dari segi keselamatan operasi well service jelas alat ini aman sekali untuk di gunakan, jika pada saat pekerjaan terjadi aliran dari sumur, maka maka pekerja dapat melakukan prosedur mematikan sumur sesuai dengan standar ” bebernya

baca juga:  Kementerian PUPR Lelang Dini 3.926 Paket Senilai Rp.32.61 Triliun

sebutnya, inovasi di katakan berhasil jika memberikan keuntungan secara finansial, ” dengan pengunaan alat ini kita dapat melakukan efisiensi biaya sebesar Rp 28 juta untuk setiap pekerjaan well service ,pada sumur berproduksi sebesar 39 BOPD dan menggunakan Rig kontrak 350 HP “akunya

“”tambanya, keuntungan akan semakin bertamabah jika produksi sumur semakin besar dan kapasitas Rig yang digunakan juga besar ,sampai saat ini sudah dilakukan pemasangan pada 3 sumur san harapan kedepan bisa di pasang ke seluruh Field asset 2 sehingga sehingga dapat meng efisiensi sebesar RP. 27 miliar. Hasil inovasi TTRP Ini akan di ajukan, untuk mendapatkan Hak Paten sehingga Hasil Inovasi pekerja Limau Field terlindungi secara Hukum “” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *