Cuma 30 Menara Telekomunikasi yang Berizin di Prabumulih

PERABUMULIH,
Demokrasiindonesiapost.com Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mencatat sebanyak 60 menara telekomunikasi yang tersebar di Kota Prabumulih tak berizin. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Abdul Rasyid melalui Kasi Infrastruktur TIK Rico.

“Dari 90 unit menara telekomunikasi yang ada baru 30 menara yang memiliki izin berdiri secara sah. Sementara 60 menara lainnya belum memiliki izin yang jelas,” ungkapnya,

Menurut Rico, banyaknya menara yang belum memiliki izin secara sah lantaran menara tersebut sudah berdiri saat Kota Prabumulih masih bergabung dengan Kabupaten Muara Enim.

“Untuk data pasti tentang keberadaan dan izin berdirinya menara tersebut tidak terdata secara pasti di Diskominfo. Jadi hanya menara yang dibangun dibawah tahun 2010 saja yang sudah memiliki izin, sisanya belum jelas,” ujarnya.

baca juga:  Nama Komisioner KPU Terpilih di Sumsel

Lebih lanjut, Rico menerangkan Diskominfo akan melakukan koordinasi dengan pihak Asosiasi Telkom Seluler Indonesia (ATSI) untuk melengkapi data menara di Kota Prabumulih.

“Banyak menara yang dibangun di tengah pemukiman warga, tentunya akan menimbulkan keresahan bagi masyarakat jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Apalagi bangunan menara tersebut belum jelas apakah sudah sesuai standar atau belum,” terangnya.

Dengan begitu, kata Rico, perlu adanya kesepakatan dari warga sekitar pembangunan menara dengan radius setinggi bangunan menara. Tak hanya itu, konstruksi bangunan menara pun juga harus kokoh, karena rentan roboh jika tertiup angin atau tersambar petir.

“Untuk 30 menara yang sudah kita keluarkan izinnya itu, sudah memenuhi standar izin berdiri,” jelasnya sembari menambahkan keberadaan menara telekomunikasi yang tak berizin secara tidak langsung telah merugikan Pemerintah Kota Prabumulih.(07)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *