(KPSK)Kota Prabumulih”Walau Hanya Sebagai Tanaman Pagar, Beluntas Bermanfaat sebagai Obat Herbal Bagi Kesehataan,

DEMOKRASIINDONESIAPOST-Mungkin bagi anak kid zaman now agak asing di telingah dengan tanaman herbal yang satu ini, karena tanaman ini tak begitu familiar seperti tanaman-tanaman herbal yang lain. Tanaman ini memang biasanya menjadi tanaman pagar yang jarang diperhatikan sehingga keberadaannya sudah sangat jarang ditemui terutama di Kota prabumulih.

Beluntas sudah lama dikenal sebagai tanaman pagar, meski sekarang relatif jarang ditemui, terutama dikota-kota besar. Sebagai tanaman perdu beluntas memiliki ciri fisik tegak berkayu, bercabang banyak, dengan tinggi bisa mencapai dua meter. Daun muda berwarna hijau kekuningan dan setelah tua berwarna hijau pucat, panjangnya 3,8 – 6,4 cm. Secara geografis, tumbuh liar di tanah dengan kelembaban tinggi. Tanaman beluntas memiliki kandungan kimia antara lain amino (leusin, isoleusin, triptofan, treonin), lemak, kalsium, fosfor, besi, vitamin A dan C. Efek farmakologis diperoleh dari penggunaan seluruh tanaman segar atau dikeringkan, terutama daunnya.

Tanaman beluntas memiliki beberapa manfaat yang telah dipakai semenjak zaman dahulu di antaranya :

Daun dan bunga beluntas mengandung alkali yang bertindak sebagai antiseptik. Daun mudanya bisa dijadikan lalapan dalam bentuk segar, dikukus, atau di buat sayur. Dengan mengonsumsi daunnya dapat menambah nafsu makan dan membantu pencernaan
Lalapan daun beluntas muda berkhasiat menghilangkan bau badan. Apabila daunnya direbus atau diseduh sebagai teh dan diminum, berkhasiat sebagai peluruh keringat, meredakan nyeri rematik, dan menurunkan panas.
Pada penderita tuberkulosis (TBC) bisa memanfaatkan ekstrak batang dan daun beluntas untuk meredakan penyakitnya.
Penelitian terakhir mengungkapkan bahwa daun beluntas mempunyai fungsi antibakteri dan antioksidan serta berpotensi untuk dikembangkan sebagai pengawet makanan dan obat. Alasannya, karena zat-zat berkhasiat obat yang dikandung tanaman ini.

Antibakteri.

Salah seorang peneliti melakukan riset guna mengungkapkan rahasia beluntas sebagai komponen antibakteri. Dengan membuat ekstraknya, daun beluntas harus dikeringkan dengan cara diangin-anginkan, selanjutnya dilakukan ekstraksi. Pengujian aktivitas antibakteri ekstrak dilakukan terhadap bakteri dari kelompok patogen penyebab keracunan makanan seperti Escherichia coli, Salmonella typhi, Staphylococcus aureus,dan Bacillus cereus.

E.coli merupakan bakteri penyebab infeksi saluran pencernaan, S. aureus merupakan bakteri penyebab impetigo (pembengkakan pada lapisan epidermis kulit), furuncle (radang di jaringan subkutan), dan carbuncle (peradangan yang meluas dan mengenai folikel rambut). Hasil penelitian tersebut menjelaskan, kekuatan antibakteri yang terkandung dalam ekstrak daun beluntas masuk dalam ketegori “sedang”. Namun, dengan kategori itu daun beluntas berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit yang diakibatkan infeksi bakteri.

Antioksidan

Pada penelitian selanjutnya tanaman beluntas menunjukkan kemampuan (betakaroten dan minyak atsiri beluntas) memiliki potensi sebagai antioksidan.

Dari penelitian-penelitian itu dapat disimpulkan bahwa daun beluntas memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pengawet makanan karena memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab keracunan dan penyebab kerusakan makanan. Selain itu, daun beluntas dapat digunakan juga sebagai obat radang (inflamasi) dan obat diare karena kemampuannya menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dan E. coli.

Nah setelah tahu begitu banyak manfaatnya,maka dari itu kumunitas pencinta sungai kelekar berharap jangan dianggurkan jika menemukan tanaman ini diperkaranganmu atau di hutan dan segera di kembangbiakkan agar bisa dimanfaatkan untuk obat herbal,

maka dari itu kumunitas pencinta sungai kelekar karang raja Kota prabumulih berencana membudiyakan tanaman beluntas sehingah bibitnya nanti bisa di tanam di kolam retensi yang terletak di karang raja.bukan hanya tamaman beluntas saja yang akan di budidayakan tetapi masih banyak lagi tanaman herbal/maupun tanamaman yang hampir punah yang pernah ada di Kota prabumulih ini kata KETUA (KPSK) yang Tidak mau namanya di sebutkan katonyo biar kagek bae biar wonk prabu tau dewek setelah ado buktinyo dengan logat dusun,saat wartawan Demokrasiindonesiapost.com memberikan pertanyaan.

Untuk saat ini baru tanaman karambunting dan pinang yang Sudah di tanam oleh kumunitas pecinta sungai kelekar di kolam retensi.dan mungkin tidak lama lagi akan banyak tanaman yang lain yang akan di tanam sebagai bentuk kepedulian terhadap isu Dunia Global Warning.

Salah satu warga yang sampat kita wawancari Piyan yang tinggal di pinggiran sungai kelekar mensport kegiaatan yang di lakukan oleh (KPSK)Kota Prabumulih. dan berharap adanya bantuan bibit dari Pemerintah Kota prabumulih,Pertamina,BUMN,BUMD,dan Kumunitas pencinta lingkungan hidup agar kiranya dapat bersenergi demi

mewujudkan pengijauan di pinggiran sungai kelekar yang menjadi maskot Kota prabumulih.(che)